Senin, 13 Juli 2009 17:35 WIB Issue Share :

Transformasi batik di atas catwalk

Solo (Espos)–Fenomena batik yang tak pernah lekang dimakan zaman, memberikan kesan kuat di dunia fashion. Selama ini batik juga sudah menjelma sebagai salah satu warisan budaya yang mampu dijadikan identitas yang sangat menonjol. Meskipun, seiring bergulirnya waktu, batik mengalami sebuah transformasi motif hingga fungsi.

Perubahan modifikasi batik juga diperagakan di penutupan Solo Batik Fashion (SBF), Minggu (12/7) malam, di Halaman Pasar Windujenar, Ngarsopuro, Solo.

Batik Danar Hadi menggambarkan perkembangan batik dari zaman ke zaman. Mulai dari batik menjadi busana yang hanya dikenakan para penghuni di lingkunan istana kerajaan hingga menjadi sebuah fashion ikon di era melenium.

Transformasi batik yang dipengaruhi berbagai faktor dijadikan tolak ukur dalam perancangan busana Danar Hadi.

Peragaan busana pengantin lengkap dengan enam pager ayu yang mengenakan batik klasik menjadi sajian pembuka di peragaan busana yang diselenggarakan Pemkot Solo tersebut.

Selangkah berikutnya, batik yang masih dominan dengan warna coklat dipadukan dengan kebaya yang dirancang simple dan sederhana.

“Sekarang di tempat dan acara apapun, orang bisa pakai batik. Bahkan batik bisa dijadikan busana kasual hingga gaun yang elegan,” jelas Sales Manager Danar Hadi, Ruth Alfanindyah saat ditemui Espos, di sela-sela acara.

Busana batik yang dirancang berkonsep modern dengan model yang dinamis juga dipamerkan Danar Hadi di malam itu. Yaitu memodifikasikannya dengan bordir serta beragam aksesoris cantik yang cocok dengan kulutur masa kini.

“Itu lah fenomena batik yang mengalami transformasi dalam detailnya. Seperti dalam warnanya, batik sekarang cukup berani menggunakan warna terang dan motifnya semakin variatif,” lanjut Ruth.

Sementara itu, Rumah Mode Bilqis menuangkan motif batik dan lurik pada rancangan busana muslim. Sekitar 33 rancangan busana muslim dipamerkan Bilqis dengan mengedepankan variasi mode dan modifikasi motif batik tulis hingga printing.

Kemeja lurik berhias bordir pun sangat pas dipadukan dengan celena jins yang diperagakan tiga model pria dengan mengenakan kopiyah.

hkt

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…