Senin, 13 Juli 2009 12:10 WIB pilpres Share :

Tifatul diajukan jadi Menkominfo, Hidayat Menko Kesra

Jakarta–Kesiapan PKS untuk menyumbangkan kader terbaiknya dalam kabinet SBY benar-benar telah dipersiapkan dengan matang. 8 nama yang telah disodorkan PKS kepada SBY juga telah ditetapkan posnya masing-masing.

Sumber di lingkaran SBY menceritakan 8 nama yang diajukan PKS kepada SBY adalah nama-nama yang selama ini muncul di media. Namun ada beberapa nama yang memang masih asing namanya. Nama-nama itu adalah sebagai berikut:

Tiffatul Sembiring sebagai Menkominfo, Salim Sagaf Aljufri sebagai Mensos, Suharna sebagai Menristek, Suswono sebagai Mentan, Irwan Prayitno sebagai Mendiknas, Zulkieflimansyah sebagai Menperin, Kemal Stamboel sebagai Meneg BUMN dan Hidayat Nurwahid sebagai Menko Kesra.

“8 nama ini yang diharapkan dipilih oleh Pak SBY sesuai dengan jatah PKS. Namun kabarnya Pak SBY saat ini akan lebih mengutamakan yang profesional dan muda,” kata pria yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (13/7).

Sumber tersebut menjelaskan, SBY tidak akan mengumumkan struktur kabinet yang akan membantu dirinya dalam waktu dekat ini. Justru SBY ingin melihat respons dari para kader partai koalisi yang terlihat sangat menginginkan kursi menteri sehingga SBY lebih mudah memilih pembantunya yang tulus dan tidak ambisius.

“Pak SBY tidak akan mengumumkan kabinet dalam waktu dekat, karena beliau masih sangat berkonsentrasi dengan sisa masa tugasnya yang beberapa bulan ini. Justru orang-orang yang terlihat ambisius malah akan dicoret. Karena beliau ingin pembantunya itu benar-benar tulus dan ikhlas, tidak ambisius,” paparnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…