13ahtenane
Senin, 13 Juli 2009 11:17 WIB Ah Tenane Share :

Salah masuk

13ahtenaneLady Cempluk, sarjana kinyis-kinyis yang baru saja lulus dari universitas markotop di Solo ini adalah seorang kutu buku. Ia suka berpetualang dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain. Dan hampir semua perpustakaan di Kota Solo sudah ia jelajahi kecuali satu, yakni perpustakaan di kampus Pratama Mulia.

Suatu hari, Cempluk menyempatkan diri ke perpustakaan kampus politeknik itu untuk baca koran mencari lowongan kerja. Dasar Cempluk orangnya pelit. Daripada beli koran mending baca di perpustakaan, gratis.

Setelah puas baca koran dan mencatat iklan lowongan pekerjaan, Cempluk mulai merasa lapar.

”Enaknya ke kantin saja ah. Kalau di kawasan kampus kan murah,” batin Cempluk. Ia pun keluar dari perpustakaan dan menuju ke kantin.

”Lho, kantinnya ada dua. Yang satu rame, satu lagi sepi dan agak tertutup. Emmm… ke kantin yang sepi saja ah, nggak pakai antre,” pikirnya.

”Wah, kantinnya prasmanan. Menunya enak-enak lagi,” batin Cempluk girang. Ia segera mengambil nasi, sop ayam, oseng jamur, telur dan kerupuk.

Beberapa saat kemudian, datang beberapa orang berpakaian rapi.  Mereka juga mengambil makanan dan duduk sambil menikmatinya. Lady Cempluk merasa ada yang aneh tapi ia cuek saja. Sambil makan lhap-lhep. Setelah kenyang baru ia menghampiri penjaga kantin, sebut saja Jon Koplo.

”Berapa semuannya, Pak?” tanya Cempluk.

Jon Koplo terheran-heran. ”Lho, ini kan kantin dosen, jadi bayarnya pakai kupon. Anda belum tahu ya? Apa Anda dosen baru?”

Mak gragap, Lady Cempluk langsung kaget. ”Oh maaf Pak, saya tidak tahu. Jadi, saya harus bayar berapa nih Pak?”

”Oh, ndak usah gak papa kok Mbak,” jawab Koplo sambil menahan tawa.

Para dosen yang sedang makan di situ nyeletuk ”Ooh, ada mahasiswa salah masuk kantin.”

Saking malunya, Cempluk langsung cabut dari tempat itu.

”Walaupun malu, enak juga makan siang gratis,” gumamnya sambil mesam-mesem ketok pokile.  Kiriman Nining Cahyanti, Jl Kunti 448 RT 13/RW II, Pandeyan, Maospati, Magetan 63392.

griya mambu kuning, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…