Senin, 13 Juli 2009 15:27 WIB News Share :

Dephan
Soal dugaan rekening liar, itu aneh

Jakarta--Dianggap tidak sesuai aturan dan liar, sejumlah rekening para Atase Pertahanan (Athan) RI di luar negeri akan ditutup oleh Departemen Keuangan (Depkeu). Departemen Pertahanan (Dephan) pun menyatakan dugaan dan rencana penutupan itu aneh.

“Soal dugaan rekening liar Athan oleh Depkeu, kita menganggap agak aneh. Pemahamannya barangkali yang belum jelas. Athan itu bukan penerima otorisasi, dia tidak menyelenggarakan anggaran,” kata Inspektur Jenderal (Irjen) Dephan, Letjen Marinir Syafzen Nurdin, di sela-sela Pembekalan Atase Pertahanan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/7).

Hal itu dikatakan Syafzen terkait rencana penutupan rekening para Athan RI di luar negeri, seperti diutarakan oleh Irjen Depkeu Hekinus Manao, Senin (6/7) pekan lalu.

Alasan penutupan rekening itu karena diduga tidak sesuai aturan dan liar, karena membuka rekening sendiri.

Menurut Syafzen, para Athan dibekali pemahaman tentang tanggungjawab yang harus ditanggung dalam penggunaan dana keuangan. Sebab, para Athan itu diberikan dana untuk operasional dan tidak mungkin diambil satu persatu ke Jakarta.

“Berapa besarnya anggaran untuk itu, padahal uang-uang yang ditransfer itu sudah jelas. Mereka harus menggunakan itu untuk kepentingan operasional di negara masing-masing,” jelasnya.

Terkait rencana penutupan itu, Syafzen menduga ada kekurangpahaman tentang rekening para Athan sebagai sarana saja.

“Sedangkan yang bertanggungjawab dan melaporkan secara berjenjang adalah Badan Intelijen Strategis (BAIS) sebagai satuan kerja di Mabes TNI yang menerima otorisasi,” ungkapnya.

Syafzen juga mejelaskan, sebenarnya para Athan ini merupakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Kedutaan Besar RI.

“Mereka melaporkan diri bahwa mereka siap bertugas, tapi sudah bawa logistik sendiri. Jadi, tidak merepotkan tempat yang menerima BKO,” tandasnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…