Senin, 13 Juli 2009 13:41 WIB Ekonomi Share :

Depdag
15 Juli, Blackberry jadi barang ilegal

Jakarta–Departemen Perdagangan (Depdag) menegaskan, jika hingga 15 Juli 2009 pihak RIM belum memenuhi komitmennya untuk menyediakan layanan purnajual dan menyertakan buku manual berbahasa Indonesia, maka status BlackBerry menjadi produk ilegal.

Direktur Pengawasan Barang Beredar Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag Inayat Iman mengatakan status ilegal bakal segera disandang BlackBerry setelah 15 Juli 2009, jika pihak Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) belum memperpanjang batas kesempatan RIM untuk merealisasikan komitmennya.

Jika hingga batas waktu tersebut belum ada realisasi maka Departemen Perdagangan akan menarik dan merazia BlackBerry yang beredar. Sambil menunggu batas waktu itu, Departemen Perdagangan akan kembali melakukan rapat dengan Depkominfo untuk mendapat kapastian mengenai langkah pembekuan sertifikat impor oleh Ditjen Postel Depkominfo.

“Kalau memang tidak boleh beredar maka akan kita tarik, terutama apalagi yang tidak memiliki sertifikat,” katanya saat ditemui di kantornya, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Senin (13/7).

Ia menjelaskan, langkah tegas ini harus dilakukan karena, pada awalnya pihak RIM saat mengajukan sertifikat ke Depkominfo telah menandatangani surat pernyataan akan mendirikan service center, pada kenyaatannya sampai saat ini belum terealisasi.

“Sepanjang tidak diperpanjang (Sertifikat oleh Depkominfo) maka statusnya ilegal,” katanya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…