Senin, 13 Juli 2009 18:03 WIB Solo Share :

Antisipasi flu babi, Dispertan tingkatkan pengawasan

Solo (Espos)–Dinas Pertanian (Dispertan) Solo terus meningkatkan pengawasan berkaitan dengan antisipasi penyebaran virus flu babi yang belakangan semakin meluas merambah Tanah Air. Peningkatan pengawasan itu meliputi hewan hidup maupun di rumah pemotongan hewan (RPH).

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo meminta warga masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). DKK juga menyatakan sudah menyiapkan obat tamiflu dalam jumlah yang cukup serta membekali petugas Puskesmas dengan pengetahuan serta penanganan flu babi.

Hal tersebut disampaikan secara terpisah oleh Kepala Dispertan Solo, drh Weni Ekayanti dan Kepala DKK Solo, dr Siti Wahyuningsih, Senin (13/7), di Balaikota.

Ditemui seusai rapat dengan sejumlah SKPD, Weni menegaskan, penyebaran flu babi sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan keberadaan peternakan babi. Kendati demikian, dia menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan terhadap peternakan babi di Solo, yang dijalankan secara rumahan oleh sejumlah warga.

“Setiap Senin, kami melakukan pemeriksaan terhadap hewan hidup di peternakan-peternakan rumahan itu. Penting sekali bagi peternak untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Sedangkan setiap Selasa-Jumat, pengawasan kami lakukan terhadap babi di RPH, baik sebelum maupun sesudah dipotong,” ujar Weni.

Pada bagian lain, Kepala DKK, dr Siti Wahyuningsih mengungkapkan, kaitannya dengan penyebaran flu babi, ada satu hal penting yang harus dipahami bahwa penyebaran virus itu berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan daya tahan tubuh.

shs

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…