Senin, 13 Juli 2009 13:31 WIB News Share :

Agung
Posisi Golkar sebaiknya tak berubah

Jakarta–Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menilai posisi yang paling tepat untuk partainya dimasa mendatang adalah seperti saat ini, yakni mendukung pemerintah tetapi tetap terbuka ruang bagi kritik dan koreksi Golkar terhadap pemerintah.

“Apa yang dilakukan (Golkar) sekarang ini sudah pas,” ujar Agung dalam konferensi persnya di ruang wartawan DPR di Jakarta, Senin (13/7).

Agung menjelaskan bahwa sejak Munas Golkar di Bali beberapa tahun silam hingga saat ini, masih belum ada perubahan atas posisi partai berlambang beringin itu yakni mendukung pemerintah dengan tetap menjaga kekritisan dan koreksi apabila tidak sesuai dengan kehendak rakyat atau undang-undang.

Jadi, Agung menambahkan, menjadi pendukung pemerintah bukan berarti pula memberi dukungan bagi setiap kebijakan yang diambil pemerintah secara membabi buta.

Sementara dengan adanya ruang bagi kritik dan koreksi atas jalannya pemerintahan, maka akan tercipta sistem check and balances antara eksekutif dan legislatif yang semakin kondusif.

Ketika ditanya tentang nasib koalisi besar yang akan dirajut diantara sejumlah partai oposisi, seperti PDIP dan Gerindra, Agung mengatakan bahwa untuk itu perlu dilakukan evaluasi berdasarkan perkembangan politik terakhir.

“Kalau kemarin itu ada dinamika, itu semua karena adanya kontestasi pilpres antara SBY dan Jusuf Kalla,” ujarnya.

Sementara itu mengenai rencana Munaslub Golkar, Agung yang kini masih menjabat Ketua DPR menjelaskan, agenda kegiatan itu adalah konsolidasi internal partainya.

Dikatakannya bahwa kegiatan konsolidasi itu rutin dilakukan setelah pemilu usai dan sifatnya dari bawah ke atas, yakni DPD-DPD menggelar musyawarah daerah (musda) terlebih dahulu sebelum ditutup dengan musyawarah nasional (munas).

Tapi untuk sekarang ini, menurut dia, ada keinginan dari sebagian kader Golkar agar polanya diubah menjadi top down yakni Munas Golkar diselenggarakan lebih dahulu baru kemudian musda-musda.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…