Minggu, 12 Juli 2009 15:26 WIB News Share :

Pascapenembakan di Freeport polisi razia senjata

Jayapura–Menyusul penyerangan terhadap aparat keamanan Densus 88 Mabes Polri dan petugas keamanan internal PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mile-51 Tembagapura, Kabupaten Mimika,Papua pada Minggu,aparat kepolisian setempat langsung melakukan razia senjata tajam yang dibawa bepergian oleh masyarakat setempat.

Sumber terpercaya ANTARA di Timika, ibukota Kabupaten Mimika,Minggu,menerangkan,razia senjata digelar aparat keamanan gabungan lingkup Polres Mimika.

“Razia dilakukan antara lain di kawasan Kampung Kwamki Lama dipimpin langsung Kapolsek Mimika Baru,AKP Langgia,” kata sumber tersebut.

Selain itu, aparat keamanan pun melakukan penjagaan ekstra ketat di check point mile-28. Setiap kendaraan yang masuk dan keluar kawasan itu diperiksa aparat keamaman Polres Mimika dan Brimob Polda Papua.

Razia yang digelar aparat keamanan dan pengetatan keamanan di jalur masuk-keluar kendaraan di Mile-28 menyusul terjadinya peristiwa penembakan oleh orang tidak dikenal terhadap tiga petugas keamanan internal PTFI dan dua anggota Densus 88 Mabes Polri di Mile-51 sekitar Pkl.10.00 WIT.

Hingga berita ini disiarkan, polisi belum dapat mengidentifikasi pelaku penembakan tersebut.

Menurut sumber tersebut, akibat penembakan itu, security PTFI, Markus Rante Allo meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Klinik Kuala Kencana, Timika.

Markus Rante Allo terkena tembakan di bagian punggung dan  akhirnya meninggal dunia sekitar Pkl.12.00 WIT di Klinik Kesehatan Kuala Kencana milik PTFI.

Saat ini, jenazah Markus masih berada di Klinik Kuala Kencana dan belum diketahui proses lebih lanjut apakah akan diserahkan kepada pihak keluarga atau ditangani langsung oleh managemen PTFI.

Sedangkan korban lainnya adalah Edy Jawaro tertembak di bagian pipi dan Pieter Bunga tertembak di kaki.

Sementara dua anggota Densus 88 Mabes POlri, Iptu Ade Gunawan tertembak di bagian kaki. Sedangkan AKP Anggung Tjahyono mengalami cedera luka pada jari tangan.

“Namun cedera yang dialami Tjahyono belum dipastikan apakah akibat  tembakan atau terkena serpihan dari rekoset saat insiden tersebut,” kata sumber tersebut.

Saat itu, para korban menumpangi kendaraan LWB dalam perjalan membawa logistik dari Timika menuju Tembagapura.

Sesuai rencana, logistik tersebut diberikan kepada aparat keamanan BKO yang baru tiba  dan hendak melakukan penyisiran pasca penembakan Drew Nicholas Grant,karyawan PTFI berkebangsaan Australia pada  Sabtu (11/7) namun dalam perjalanan itu,di Mile-51 mereka ditembak orang tak dikenal.

“Hingga kini, polisi belum dapat mengidentifikasi pelaku penembakan, baik terhadap Drew Nicholas Grant maupun tiga petugas keamanan intern PTFI dan dua anggota Densus 88 Mabes Polri itu,” katanya.

Ant/tya

lowongan kerja
Harian Umum SOLOPOS Account Executive Toko Solopos, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….