Jumat, 10 Juli 2009 18:05 WIB Sragen Share :

Tim sukses SBY dan JK geruduk Panwaslu

Sragen (Espos)–Belasan relawan tim kampanye pasangan SBY-Boediono dan JK-Win Sragen menggruduk kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat, Jumat (10/7).

Mereka mendesak kepada Panwaslu untuk mengusut dan menemukan aktor intelektual kasus temuan money politics yang diduga melibatkan pejabat di jajaran Pemkab Sragen. Kedatangan para relawan ini sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono, Joko Saptono yang diklarifikasi Panwaslu selaku pihak pelapor kasus money politics.

Para relawan kedua tim kampanye pasangan SBY-Boediono dan JK-Win ini langsung ditemui Ketua Panwaslu Sragen Danardi. Namun lantaran sesuai agenda Panwaslu hanya meminta klarifikasi kepada Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono Sragen selaku pihak pelapor, maka para relawan yang semua ikut mendatangai Panwaslu tidak diperbolehkan masuk ruangan. Panwaslu hanya meminta keterangan Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono secara tertutup.

Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono Sragen Joko Saptono kepada wartawan usai dimintai klarifikasinya oleh Panwaslu mengatakan dihadapan Panwaslu pihaknya memberikan keterangan serta bukti-bukti pendukung terkait kasus temuan money politics sesuai yang dilaporkan belum lama ini. Joko mengatakan sedikitnya ada 13 pertanyaan yang diajukan Panwaslu dalam kasus ini.

“Saya menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan Panwaslu terutama tentang laporan temuan money politics. Laporan saya ini nanti akan melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke Posko Gakkumdu (Gerakan Penegakan Hukum Terpadu),” katanya.

isw/pso

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…