Jumat, 10 Juli 2009 10:56 WIB News,pilpres Share :

Puskaptis
Hitung cepat tetap berdasar metode ilmiah

Jakarta–Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis  (Puskaptis) menegaskan, penghitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei termasuk Puskaptis, yang memenangkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, tetap berdasar metodelogi ilmiah.

“Kami tetap berdasar metodelogi ilmiah. Tidak asal-asalan,” kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid di Jakarta, Jumat (10/7).

Sebelumnya, Indonesia Development Monitoring (IDM) menyatakan, penghitungan cepat sejumlah lembaga survei yang mayoritas memenangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua, cenderung memperkosa metode survei ilmiah.

Husin menegaskan, hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei itu dapat dibandingkan dengan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum yang kini masih berlangsung.

“Jadi, kita lihat saja…tunggu hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum,” ujarnya.

Penghitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei beberapa jam setelah Pilpres 2009, kebanyakan menampilkan keunggulan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dengan perolehan suara sekitar 60 persen.

Dua pasang calon lainnya, Megawati Soekarnoputri-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto, masing-masing memperoleh sekitar 27 persen dan sembilan persen.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Pengawas, Estimator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…