Jumat, 10 Juli 2009 11:44 WIB News Share :

Presiden
Anggaran pertahanan naik 20 persen 2010

Bandung–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah akan menaikkan anggaran pertahanan sebesar 20 persen pada 2010.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Negara saat menyaksikan serah terima 40 panser 6×6 dari Direktur Utama PT Pindad kepada Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di kawasan PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat siang.

“Mulai 2010, anggaran pertahanan akan kita tingkatkan secara signifikan pada 2009 sebesar Rp 33,6 triliun, kita naikkan sekitar Rp 7 triliun atau 20 persen menjadi Rp 40,6 triliun,” katanya.

Menurut Kepala Negara, peningkatan anggaran pada 2010 itu akan menjadi awal dari peningkatan bertahap anggaran pertahanan.

“Tahun demi tahun akan kita tingkatkan,…(sehingga) kita makin dekat dengan kekuatan minimum yang diperlukan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa kekuatan minimum yang diperlukan memerlukan dana setara Rp 100 trilun-Rp 120 trilun.

Presiden mengatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan dapat diwujudkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Negara menilai anggaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir memang masih dibawah kebutuhan karena beberapa tahun terakhir pemerintah menitikberatkan pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa peningkatan anggaran secara signifikan itu hendaknya digunakan secara tepat sesuai kebutuhan, tetap mengutamakan prioritas, menggunakan audit dan berorientasi pda pengguna.

Sebelum menyaksikan serah terima itu, Kepala Negara menggelar rapat terbatas dengan Panglima TNI, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono , Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab  Sudi Silalahi
untuk membahas mengenai rencana atau ” cetak biru “modernisasi pertahanan Indonesia.

Kepala Negara mengatakan cetak biru modernisasi sistem pertahanan diperlukan untuk betul-betul mewujudkan postur pertahanan yang kokoh.

Cetak biru tersebut, menurut Kepala Negara, juga akan disesuaikan dengan anggaran negara sehingga diperlukan suatu prioritas.

Sementara itu Menhan Juwono mengatakan bahwa 40 buah panser APS 6×6 tersebut merupakan produksi PT Pindad yang dibiayai oleh APBN –Rp1,12 trilun untuk 154 panser.

Panser-panser itu merupakan produksi pertama kendaraan tempur dalam negeri sejak era reformasi, katanya.

Seusai menyaksikan serah terima itu Presiden melakukan peninjauan dan pemeriksaan panser-panser tersebut. Kepala Negara juga naik ke salah satu panser tersebut.

ant/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…