Jumat, 10 Juli 2009 14:30 WIB News Share :

Pemerintah berencana kembangkan pengobatan alternatif

Jakarta–Pemerintah berencana akan mengembangkan pengobatan alternatif karena memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, bahkan pengobatan semacam ini bisa mendukung sektor pariwisata.

“Makanya akan dibuat, gelar pengobatan alternatif se-nusantara, November di Jambi, nggak usah malu-malulah ini potensi kita,” kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (10/7).

Dikatakan Edy, Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya pengobatan alternatif. Pemilihan lokasi Jambi, sebagai tahap awal bertujuan untuk menarik potensi pengguna pengobatan alternatif di negeri Jiran seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Potensi turis kita aman, meningkat sekarang, 7-8 juta orang bisa tercapai, di Singapura banyak penyakit, Thailand masalah politik,” jelasnya.

Edy menjelaskan pengobatan alternatif tidak mengedepankan unsur magis tetapi ini sudah menjadi kultur di masyarakat, bahkan dengan tegas ia mengatakan pengobatan alternatif bukanlah unsur dukun atau klenik.

“Di Singapura itu malah banyak (pengobatan alternatif), dokter malah,” jelasnya.

Pengobatan alternatif selama ini, kata Edy, memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan memiliki multi dampak terhadap ekonomi masyarakat yang sangat luas.

“Potensi besar banget, tidak kurang 50% per hari, sekarang dikasih panggung, biar terkenal,” ucapnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…