Jumat, 10 Juli 2009 14:46 WIB Feature,Issue Share :

Hari ini, Solo Batik Fashion (SBF) dibuka, Batik klasik hingga modern siap digeber

Citra Solo sebagai salah satu kota wisata dan kota budaya di Indonesia tak lepas dari batik. Untuk semakin mengukuhkan hal itu, Pemkot Solo kembali menggagas event yang menyerukan potensi batik berupa Solo Batik Fashion (SBF)

Hari ini, Solo Batik Fashion (SBF) dibuka, Batik klasik hingga modern siap digeberPelaksanaan SBF untuk kali pertama tersebut akan digelar Jumat-Minggu (10-12/7), di Halaman Pasar Windu Jenar, Ngarsopuro, mulai pukul 19.00 WIB-selesai.

”Memang pelaksanaan SBF yang pertama ini cuma tiga hari. Namun ke depan, diharapkan bisa menjadi perhelatan fashion week milik orang Solo. SBF merupakan salah satu cara kita, agar jangan sampai batik kesahut negara lain,” papar Jokowi dalam jumpa pers, di Loji Gandrung, Kamis (9/7).

Perhelatan tersebut bakal melibatkan desainer lokal dan sejumlah UKM serta pengrajin batik. Pada acara pembukaannnya nanti, enam desainer Kota Bengawan yakni Joko Budi Santoso, Rory Wardana, Eko Sudarmanto, Alan Suwarno, Joko Widiarto, dan Jongko Raharjo siap menggeber rancangan mereka masing-masing. Plus satu desainer tamu asal Yogyakarta, Nita Ashar. Sementara di hari berikutnya, para pelaku UKM dan industri batik dari Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Batik Danar Hadi, Batik Semar, Batik Gunawan Setiawan, dan Rumah Mode Bilqis juga mendapat kesempatan menunjukkan hasil karya mereka di hadapan publik.

Etnik
”Fashion week yang menampilkan gaun-gaun modern kan sudah ada di Jakarta, Bandung, dan sebagainya? Jadi ”SBF memang difokuskan untuk mengangkat budaya batik dengan citra yang kental etnik dan tradisi.” lanjut walikota.

Meski bertujuan mengangkat batik sebagai ikonnya, namun sentuhan modern dari rancangan para desainer ternama juga akan terlihat. Rory Wardana menjelaskan, busana batik yang akan ia pertontonkan nanti dipengaruhi mode gaya busana dari Elvis Presley yang ngetren di era 1970-an.

”Rancangannya lebih bervariasi. Para model perempuan akan mengenakan cadar dan topi-topi lucu dengan kombinasi warna-warna cerah, seperti merah, hijau toska, kuning, dan pink. Tentunya motifnya tetap menggunakan batik,” urai Rory.

Sedangkan untuk motif batik yang lebih klasik, Joko Budi Santoso atau yang dikenal dengan Joko SSP akan menunjukkan rancangan yang 90%-nya terbuat dari batik tulis serta beberapa kebaya yang didominasi warna gold dan hitam. Dia juga akan menunjukkan kain batik yang sudah berumur lebih dari 50 tahun di acara pembukaan yang melibatkan 30 model itu. Para model tersebut akan mendapatkan iringan dari musik lesung dan hentakkan perkusi dari Temperente Percussion.
Oleh : Hanifah Kusumastuti

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…