Jumat, 10 Juli 2009 14:40 WIB pilpres Share :

Banyak kendala, tabulasi KPU ditutup

Jakarta–Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup pusat tabulasi SMS pilpres. KPU akan memfokuskan pada perhitungan manual pada tangal 22-24 Juli nanti. Penutupan ini disebabkan adanya beberapa kendala teknis yang dihadapi dalam sistem tabulasi SMS ini.

“Rupanya ada saja kendala-kendala itu, baru 40.000 TPS masuk. Saya tidak tahu bagaimana nanti tim IT,” keluh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary usai salat Jumat di Kantor KPU, Jakarta (10/7).

Menurut Hafiz, sebenarnya KPU sejak awal tidak menghendaki perhitungan melalui SMS. Namun karena banyaknya pihak yang ingin membantu dan mendanai sehingga Hafiz berubah pikiran.

“Sebenarnya kita tidak ingin perhitungan elektronik, kita dituding biayanya besar, selain itu dengan pengalaman itu (tabulasi pileg) karena tidak maksimal, kita tidak ingin. Baru dengan IFES mereka mau membiayai bersama Telkomsel,” ujar Hafiz.

Hafiz pun kembali menegaskan bahwa keseluruhan biaya pelaksanaan tabulasi SMS adalah gratis. KPU tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. “Tidak keluar biaya apapun, tanpa uang kita bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Tapi tetap kendalinya di IT KPU,” ujar Hafiz membela.

KPU menargetkan minimal 100.000 TPS menyetorkan hasil perhitungan suaranya langsung seusai perhitungan di tingkat TPS. Hingga pusat tabulasi SMS ini ditutup, suara yang masuk baru 18.908.132, dengan posisi teratas SBY-BOediono (61,7 persen), disusul Mega-Prabowo (28,6 persen), dan JK-Wiranto (9,8 persen).

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…