Jumat, 10 Juli 2009 11:38 WIB Tokoh Share :

Atilah galakkan wayang orang

Atilah Soeryadjaya

Atilah Soeryadjaya

Salah satu cucu KGPAA Mangkunegoro VII, BRA  Atilah Soeryadjaya merasa prihatin akan nasib pertunjukan wayang orang yang makin kurang diminati masyarakat. Berangkat dari rasa keprihatinan itu lah, sejak beberapa tahun terakhir, ibu enam anak tersebut menggandeng kaum sosialita dan kalangan pengusaha di Jakarta untuk bermain wayang orang.

”Daripada sekadar ngumpul-ngumpul, arisan, kenapa tidak buat suatu agenda yang mampu mengembangkan kesenian tradisi? Awalnya mereka juga nggak terlalu antusias. Maklum, mereka tidak punya latar belakang kesenian Jawa sama sekali. Tapi sekarang orang Jakarta banyak yang berbondong-bondong main wayang orang,” tutur Atilah saat dijumpai Espos, Kamis (9/7), di Wisma Seni, Taman Budaya Surakarta.

Atas dorongan itu, Atilah kemudian membentuk sebuah wadah bernama Mitra Wayang Orang Indonesia dan mengadakan pementasan tiga kali dalam setahun untuk menyemarakkan pertunjukkan wayang orang di Barata. ”Namun yang kini jadi keinginan saya adalah mengembangkan pula pertunjukkan wayang orang di Sriwedari. Karena Solo adalah asal daerah saya sendiri,” harap Atilah.  hkt

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…