Jumat, 10 Juli 2009 17:02 WIB Wonogiri Share :

Angka partisipasi kasar pendidikan di Wonogiri 60%

Wonogiri (Espos)–Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, H Suparno mengatakan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Wonogiri tahun lalu sebesar 60% dan tahun ini diharapkan naik.
Karenanya, jika dilihat dari jumlah lulusan siswa SLTP di Wonogiri dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) dan daya tampung sekolah akan kurang atau tidak tertampung.

Padahal, ada sebagian anak-anak lulusan SLTP di Wonogiri yang memilih sekolah diluar Wonogiri ataupun ikut orangtua untuk membantu mencari pekerjaan. Disdik berharap pertumbuhan SMK di Wonogiri bisa berkembang cepat, sehingga menarik lulusan SLTP untuk meneruskan sekolahnya.

Demikian ditegaskan H Suparno, didampingi Kabid SMP/SMA Disdik Suwartono dan Kasi Kurikulum SMP/SMA, F Suwardi saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (10/7).

“Tahun lalu APK pendidikan masih 60%, namun tahun ini kami melihat ada peningkatan karena dilihat dari data daya tampung sekolah baik di SMA, SMK dan MA mencapai 10.066 siswa. Sementara lulusan SLTP di Wonogiri sebanyak 14.157 anak, sehingga 71,10%,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Suwartono jika dilihat sepintas, masyarakat akan menemukan kalau jumlah lulusan SLTP di Wonogiri tidak tertampung di sekolah lanjutan, karena jumlah lulusan SLTP sebanyak 14.157 anak, sedangkan daya tampung tingkat SLTA hanya 10.066 anak dengan ketersediaan 269 Rombel.

tus

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…