Jumat, 10 Juli 2009 18:22 WIB Boyolali Share :

Agustus, tunjangan guru wiyata bakti cair

Boyolali (Espos)–Dana bantuan kesejahteraan guru wiyata bakti di Kabupaten Boyolali tahap pertama akan cair pada Agustus besok. Terdapat 1.407 guru wiyata bakti yang akan memperoleh tunjangan yang nilainya Rp 150.000/ bulan belum termasuk PPh.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Boyolali, Mulyono Santoso, mengatakan saat ini pihaknya masih memproses pencairan dana kesejahteraan tersebut di provinsi. Pihaknya berupaya untuk mencairkan dana tersebut secepatnya.

“Prosesnya masih belum clear, kami pastikan Agustus bisa diberikan kepada guru wiyata bakti,” ujarnya kepada Espos, Jumat (10/7).

Mengacu pada pedoman teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, seharusnya pencairan tahap pertama tersebut dilakukan pada Juni kemarin. Sedangkan pencairan tahap kedua dilakukan pada November 2009.

Bantuan tersebut diberikan per semester. Untuk semester pertama diberikan tunjangan kesejahteraan selama enam bulan ditambah bulan ke-13 sebesar Rp 997.500/orang, sudah dipotong pajak penghasilan senilai Rp 52.000.

Sedangkan pencairan tunjangan untuk semester kedua nilainya Rp 859.000/orang (sudah dipotong PPh senilai Rp 40.500).  Untuk pencairan tahap II (semester II), Mulyono belum bisa memastikan kapan akan dilakukan.

Dari 1.407 guru wiyata bakti penerima tunjangan kesejahteraan, sebanyak 148 orang diantaranya adalah guru SMA/SMK/SMALB/MA. Sisanya guru yang mengajar mulai tingkat TK hingga SMP.

kha

lowongan pekerjaan
HUMAN RESOURCE DEPARTMENT MANAGER, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…