Kamis, 9 Juli 2009 11:17 WIB Internasional Share :

Soal nuklir, Iran di deadline hingga September

Roma–Iran diberi deadline hingga September untuk menerima negosiasi soal program nuklirnya. Jika tidak, Iran akan menghadapi sanksi yang lebih berat.

Deadline tersebut ditetapkan dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) negara-negara maju yang tergabung dalam Grup Delapan atau G8. KTT tersebut berlangsung di Italia.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyampaikan soal tenggat waktu tersebut seperti dilansir kantor berita Reuters , Kamis (9/7).

Dikatakannya, para pemimpin negara-negara G8 akan meninjau kembali situasi terkait program nuklir Iran dalam pertemuan G8 pada 24 dan 25 September mendatang.

“Jika tidak ada kemajuan hingga saat itu, kita harus mengambil keputusan,” ujar Sarkozy.

AS dan Uni Eropa menduga Iran diam-diam sedang berupaya mengembangkan bom atom lewat aktivitas nuklirnya. Namun hal itu berulang kali dibantah pemerintah Iran. Ditegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit listrik.

“Semua negara G8 bersatu. Ada konsensus kuat saat ini bahwa jika tak ada yang berubah, maka akan ada tindakan lebih jauh,” kata juru biacara Kanada Dimitri Soudas.

KTT G8 juga membahas soal uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara (Korut). Dikatakan bahwa uji coba itu merupakan bahaya untuk perdamaian dan stabilitas.

“Kami mendesak Korut unruk menahan diri dari pelanggaran lebih jauh resolusi Dewan Keamanan dan untuk terlibat dalam dialog dan kerja sama,” demikian statemen bersama KTT G8.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…