Kamis, 9 Juli 2009 10:36 WIB Ekonomi Share :

OPEC revisi proyeksi permintaan minyak global

Wina–OPEC telah merevisi turun proyeksi permintaan minyak global untuk jangka menengah dan jangka panjang di belakang krisis ekonomi saat ini.

Demikian laporan organisasi negara pengespor minyak mentah itu dalam sebuah laporan baru Rabu (8/7). Dalam World Oil Outlook 2009, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan bahwa berdasarkan revisi proyeksi utamanya, permintaan minyak akan kurang dari 106 juta barel per hari (bph) pada 2030, turun dari 113 juta bph.

OPEC memproyeksikan permintaan minyak global 90,2 juta bph pada 2015 dan 105,6 juta bph pada 2030, sedangkan Badan Energi International (IEA) memproyeksikan masing-masing 94,4 juta bph dan 106,4 juta bph.

Produsen minyak mengatakan bahwa resesi yang menimpa negara-negara maju, negara-negara OECD (Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan), tidak mungkin untuk kembali ke potensi pertumbuhan penuh ekonomi mereka hingga 2015.

“Dengan demikian, permintaan minyak di negara-negara tersebut kemungkinan terus menyusut sampai 2010 dan kemudian mandek sampai 2013,” kata OPEC.

Yang kontras, permintaan minyak di negara-negara berkembang diperkirakan meluas dalam jangka panjang, dengan proyeksi kenaikan 23 juta bph antara 2008 dan 2030.

“Hampir 80 persen dari pertumbuhan netto permintaan minyak dari 2008-2030 berada di negara berkembang Asia,” kata laporan tersebut.

Sektor transportasi akan tetap menjadi sumber utama pertumbuhan permintaan minyak di masa depan, mencatat lebih dari 60 persen dari total kenaikan hingga 2030.

OPEC mengatakan bahwa kepemilikan mobil per kapita di negara-negara berkembang telah bangkit dari hanya 31 mobil per 1.000 orang pada 2007 menjadi 87 mobil per 1.000 orang pada 2030.

“Namun, ini masih jauh di bawah tingkat OECD yang rata-rata 530 mobil per 1.000 pada 2030,” kata OPEC.

Inilah/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…