Kamis, 9 Juli 2009 12:29 WIB Internasional Share :

G5 usulkan mata uang alternatif pengganti dolar

L’Aquila–Cina, India dan Brazil mempertanyakan kemungkinan mata uang acuan lain selain Dolar sebagai alternatif. Tiga negara yang tergabung dalam kelompok G5 (Brazil, India, Cina, Meksiko dan Afrika Selatan) mengatakan beberapa negara menghadapi kerugian besar dari krisis yang tidak berasal dari negaranya.

Sekretaris Luar Negeri India Shivshankar Menon mengatakan negara berkembang yang tergabung dalam G5 telah mengusulkan mata uang alternatif pengganti dolar untuk mengamankan perdagangan diantara mereka. Usulan diajukan kepada pimpinan negara maju G8 (Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Perancis, Italia, Kanada dan Rusia) dalam pertemuan tahuan di L’Aquila, Italia.

Perdebatan ini dinilai sangat sensitif terhadap pasar modal karena menyangkut aset berharga Amerika. Isu ini dinilai tidak akan diputuskan dalam pertemuan G8.

Sementara itu, kalangan diplomat mengatakan G8 dan G5 harus sepakat meneruskan pembahasan Putaran Doha pada 2010, pemahasan yang telah dimulai sejak 2001 bertujuan membantu negara miskin yang dirugikan oleh penetapan tarif dan subsidi di negara maju.

“Kami berkomitmen mencapai kesepakatan yang cepat, tepat, berimbang dan komprehensif dalam agenda putaran Doha,” ujar perwakilan G8 seperti yang dikutip dalam pernyataan mereka kemarin.

Sedangkan negara G5 mengatakan mereka akan terus berupaya mendorong kesepakatan putaran Doha yang diyaknin mampu memberikan stimulus besar dalam pemulihan kepercayaan diri perdagangan dunia.

G5 juga meminta negara maju menghilangkan hambatan perdagangan dan memberikan bantuan kredit kepada negara miskin.

Tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….