Kamis, 9 Juli 2009 10:51 WIB Sport Share :

F1 kembali terancam pecah

London–Ancaman perpecahan Formula Satu (F1) kembali muncul Rabu (8/7), ketika Ferrari bersama tujuh tim lain mundur dari pembicaraan yang diadakan di Jerman bersama badan olah raga otomotif itu, yang sedianya akan membicarakan tantangan dan masa depan F1.

“Delapan tim anggota FOTA (Asosiasi Tim F1) diundang menghadiri pertemuan guna mendiskusikan proposal 2010 olah raga otomotif itu,” demikian diumumkan Federasi Automotif Internasional (FIA) dalam pernyataannya.

“Sayang, diskusi tidak mungkin diadakan karena FOTA mengundurkan diri dari pertemuan itu,” demikian dinyatakan.

FOTA, yang sebelumnya mengancam akan menyelenggarakan perlombaan sendiri sampai akhirnya ada kesepahaman yang diumumkan di Paris bulan lalu, mengatakan dalam pernyataan mereka bahwa masa dengan Formula Satu “berada dalam bahaya”.

Anggota FOTA terdiri atas juara Brawn GP serta BMW-Sauber, Ferrari, McLaren, Red Bull, Renault, Toro Rosso dan Toyota.

Sesi pertemuan grup teknis yang akan diadakan di Nuerburgring sebelum berlangsung Jerman Grand Prix Minggu, direncanakan diikuti FOTA bersama tiga tim baru yang akan tampil pada 2010 plus Williams dan Force India yang dapat hukuman dari FOTA.

FOTA mengatakan dalam pertemuan dengan kepala teknik FIA Charlie Whiting bahwa “mereka sebaliknya bertentangan dengan kesepahaman sebelumnya” dan tidak akan melakukan pilihan karena mereka belum terdaftar dalam peserta lomba 2010.

Hal itu menyebabkan tinggal lima tim non-FOTA, empat di antaranya masih belum mendapatkan poin, yang membuat keputusan sedangkan Ferrari, juara yang tidak pernah absen dalam 60 tahun perlombaan itu, kelihatannya akan menjadi pengamat.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…