Kamis, 9 Juli 2009 10:56 WIB News Share :

Bandara Dumai kembali tutup karena kabut asap

Dumai–Bandara Pinang Kampai di Kota Dumai, Riau, sejak Kamis (9/7) pagi pukul 07.00 Wib ditutup untuk aktivitas penerbangan karena tebalnya kabut asap yang menutupi bandara tersebut.

Kepala Bandara Pinang Kampai Edi Kusniadi mengatakan jarak pandang di bandara tersebut dibawah 300 meter yang sangat buruk untuk penerbangan.

“Pagi ini seharusnya satu pesawat Pelita Air dari Jakarta mendarat pada pukul 07.30 Wib tapi karena cuaca di bandara tidak layak untuk pendaratan pesawat tersebut dilarang mendarat,” kata Edi.

Ia mengatakan, belum tahu dimana pesawat Fokker 100 itu mendarat sementara dan pihaknya belum tahu kapan bandara tersebut dibuka lagi.

“Hingga pukul 08.35 Wib kondisi kabut asap masih tebal. Entah ada atau tidak penerbangan hari ini di bandara Pinang Kampai belum tau karena cuaca sangat buruk,” jelas Edi.

Sementara itu kondisi Kota Dumai yang berhadapan dengan laluan internasional Selat Melaka tertutup kabut asap dengan jarak pandang yang sangat terbatas dibawah 50 meter.

Kendaraan yang berlalu lintas di jalan raya terpaksa berjalan pelan dan para pengendara menghidupkan lampu kendaraannya karena tebalnya kabut asap.

Pengendara yang melintasi jalan lintas Dumai-Rokan Hilir melalui Bukit Timah mengaku kabut di daerah itu sangat tebal bahkan saluran pipa minyak yang berada sepanjang  pinggir kanan jalan dari arah Dumai pun tidak kelihatan.

“Jangankan kendaraan dari arah depan yang kelihatan, pipa minyak yang berada di samping jalan saja tidak terihat,” ujar Kusnadi.

Kabut asap yang menyelimuti Dumai telah berlangsung dalam dua bulan terakhir dan bandara Pinang Kampai selalu ditutup. Hingga kini belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Kota Dumai dan Pemerintah Provinsi Riau dalam menanggani kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap di daerah itu.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…