Kamis, 9 Juli 2009 15:14 WIB Karanganyar Share :

166 Warga terserang DBD

Karanganyar (Espos)–Perubahan musim akibat pengaruh global warming tahun ini telah mengakibatkan adanya pergeseran puncak serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar.

Jika biasanya puncak serangan DBD terjadi pada bulan Maret, pada tahun ini bergeser pada bulan April dan Mei.

Berdasarkan data yang dihimpun Espos dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Kamis (9/7), serangan DBD selama kurun waktu dua bulan itu cukup tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya atau pun sesudahnya. Pada bulan April saja tercatat jumlah penderita DBD mencapai 36 orang dan meningkat menjadi 37 orang pada bulan Mei.

“Untuk bulan Juni angkanya turun menjadi 23 kasus. Sebelum April, jumlah kasus DBD di Karanganyar juga jauh lebih sedikit dibandingkan selama bulan tersebut,” terang Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Fatkul Munir, saat ditemui Espos di kantornya, Kamis (9/7).

Namun pada bulan Juni itu, dari 23 kasus yang ditemukan, salah satunya telanjur menelan korban jiwa. Seorang bocah berumur 10 tahun asal Wonorejo, Gondangrejo, dilaporkan meninggal dunia karena terserang DBD dalam fase yang sudah parah.

Memasuki pekan kedua Juli ini, di wilayah Gondangrejo juga terdapat seorang penderita DBD. Selain itu, dua orang di Jaten dan dua orang lagi di Colomadu, dengan usia korban paling muda 7 tahun dan tertua 40 tahun. Pekan lalu, jumlahnya bahkan mencapai 11 orang yang tersebar di sejumlah daerah.

Sementara sejak Januari hingga awal Juli ini, lanjut Munir, pihaknya mencatat sebanyak 166 kasus DBD di wilayah Kabupaten Karanganyar. Dari 17 kecamatan yang ada, hanya tiga kecamatan yang bebas dari DBD yakni Jatiyoso, Tawangmangu dan Karangpandan.

dsp

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…