Rabu, 8 Juli 2009 21:09 WIB Solo Share :

Tim sukses Mega-Pro di Solo dinilai gagal

Solo (Espos)–Tim sukses pasangan Megawati-Prabowo dinilai gagal dalam menjaga kantong-kantong suara PDIP menyusul kemenangan SBY-Boediono di kandang PDIP. Bahkan, sejumlah kader dan Caleg PDIP terpilih mulai dipertanyakan kinerjanya lantaran perolehan suara di wilayah mereka ternyata malah kalah.

“Ini mestinya menjadi koreksi tim sukses Mega-Prabowo, terutama Celeg terpilih. Karena, di kandangnya sendiri mereka tak mampu memenangkan Mega-Prabowo,” ujar kader PDIP dari Jagalan, Jebres Murjioko. Hal serupa juga dilontarkan Ketua Panwas Kecamatan Jebres, M Muttaqin.

Dia menjelaskan, meski suara Mega-Prabowo di Kecamatan Jebres menang tipis dengan SBY-Boediono yang hanya bertaut 107 suara, namun sebanyak enam dari 11 kelurahan di Kecamatan Jebres dimenangkan SBY Boediono. Bahkan, kemenangan SBY Boediono itu terjadi di wilayah yang selama ini menjadi kandang Caleg PDIP terpilih.

Enam kelurahan itu ialah Kepatihan Kulon, Kepatihan Wetan, Sudiroprajan, Tegalharjo, Mojosongo, dan Jebres. “Padahal, saat pemilihan legislatif dulu, wilayah itu yang menyumbangkan suara terbanyak dari Caleg PDIP. Sekarang, Calegnya sendiri malah tak bisa mempertahankan suaranya,” paparnya.
asa

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…