Rabu, 8 Juli 2009 14:21 WIB News,pilpres Share :

Pengacau gunakan panah serang TPS di Papua

Jakarta–Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membenarkan adanya pengacau keamanan di Kabupaten Yapen Waropen dan Kabupaten Timika, Papua, yang menyerang Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan senjata. Namun, saat ini pelakunya sudah dapat dibekuk dan kekacauan dapat diatasi.

“Kami sudah dapat mengatasi keamanan di TPS di Kabupaten Yapen Waropen, dan Timika, Papua, mereka membawa senjata menyerang petugas KPPS,” kata Bambang Hendarso di Tangerang, Banten, Rabu (8/7).
Kapolri mengatakan masalah tersebut usai meninjau TPS 08 Kelurahan Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, bersama Mendagri Mardiyanto dan Ketua KPU Pusat Abdul Hafidz Ansyari dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Ia mengatakan, pelaku di Timika melakukan penyerangan menggunakan panah dan senjata tajam, namun dapat dilumpuhkan petugas Polda Papua. Pengacau di Yapen Waropen juga sudah tertangkap setelah petugas melakukan pengejaran dan pengepungan lokasi persembunyian.

Di lokasi persembunyian pelaku juga dilaporkan adanya bendera Bintang Kejora yang merupakan simbol Organisasi Papua Merdeka.

Petugas keamanan sempat melakukan kontak senjata dengan pengacau keamanan karena mereka berupaya agar kondisi di TPS menjadi rusuh. Berkat kesiapan pengamanan di sejumlah TPS di Papua itu, maka gerakan pengacau dapat dipatahkan, sehingga penduduk setempat dapat menggunakan hak suaranya dengan lancar. Namun Kapolri tidak menjelaskan lokasi penyerangan TPS oleh pengacau keamanan tersebut secara terinci dengan alasan tertentu, tapi pada hakekatnya sudah dapat diatasi oleh aparat Polda Papua dan Polres setempat.

Menurut dia, dari laporan sejumlah Kapolda bahwa mayoritas kondisi keamanan selama Pilpres 2009 berjalan lancar meski terdapat gangguan hanya TPS yang berada di Papua saja.

Kompas/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…