Rabu, 8 Juli 2009 13:01 WIB News,pilpres Share :

Jari enggan dicelupkan ke tinta, pemilih baku hantam dengan KPPS

Banyuwangi–Pemilihan Presiden hari ini diwarnai baku hantam antara petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) dengan salah satu pemilih. Insiden ini terjadi di TPS 6, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi.

Baku hantam tersebut disebabkan karena seorang pemilih bernama Lukman, 47 tahun, menolak mencelupkan jarinya ke tinta usai mencontreng, sekitar jam 09.00 WIB.

Karena menolak, Askoro (65), petugas KPPS penjaga tinta tetap memaksa Lukman hingga terjadi adu mulut.
“Pokoknya tidak boleh pergi sebelum jarimu dikasih tinta,” kata Askoro menceritakan.

Namun Lukman tetap cuek, dan melangkah pergi ke pintu keluar TPS yang berlokasi di SDN 1 Kertosari. Askoro berusaha menarik tubuh lelaki yang sehari-harinya bekerja jadi tukang tambal itu. Di saat itulah, Lukman melayangkan bogem dua kali mengenai pipi kiri Askoro.

“Saya hampir terjatuh, untung dilerai teman-teman,” katanya.

Setelah memukul, Lukman berniat mencelupkan jari ke tinta. Namun oleh Ketua KPPS Agus Sapari dilarang. Di saat Lukman mulai lengah, Askoro membalas dengan memberi satu bogem tepat mengenai hidung Lukman.

Baku hantam itu akhirnya reda setelah anggota polisi dari Kepolisian Sektor Banyuwangi datang ke lokasi. Akibat insiden itu, pelayanan pencontrengan sempat berhenti sekitar 10 menit. Askoro dan Lukman dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan untuk divisum. Pipi Askoro yang kena bogem membengkak.

Setelah satu jam di rumah sakit, Askoro diperbolehkan kembali ke TPS dan melanjutkan kerjanya. Sedangkan Lukman diamankan di Kantor Polsek Kota Banyuwangi.

Ketua KPPS TPS 6 Agus Sapari mengatakan insiden tersebut tidak berkaitan dengan politik. Namun diduga kuat hanya persoalan keluarga antar keduanya. Menurut Agus, Lukman adalah keponakan Askoro.

Askoro membenarkan setahun lalu pernah bertengkar dengan Lukman karena salah paham. Saat itu Lukman menolak memberikan sumbangan kepada Jamiyatul Tahlil yang diketuai Askoro.

“Tapi setelah itu hubungan kami baik-baik saja,” katanya.

Rumah keduanya hanya terpaut lima rumah yang berada di RT 01 RW 01 Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi.

Tempointeraktif/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…