Rabu, 8 Juli 2009 20:12 WIB Sragen Share :

Bus tabrak sepeda motor, satu tewas

Sragen (Espos)–Aksi ugal-ugalan bus di wilayah Bumi Sukowati dilaporkan kembali memakan korban. Pengendara sepeda motor, Siti Isniyati, 35, warga Dukuh Grasak, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen setelah ditabrak bus Dahlia Indah dengan nomor polisi (Nopol) AG 7127 UR, Selasa (6/7) sore.

Kecelakaan maut tepatnya di jalan raya Sragen-Ngawi kilometer 5,6 di Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen ini terjadi karena bus Dahlia Indah yang melaju kencang mendadak <I>nyelonong<I> dan menabrak sepeda motor nopol AD 5292 NN. Bus Dahlia Indah ini <I>nyelonong<I> karena menghindari sepeda motor tak dikenal yang akan menyeberang. Akibanya pengendara sepeda motor, Siti Isniyati, 35, warga Dukuh Grasak, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sementara usai menabrak sepeda motor, bus Dahlia Indah yang dikemudikan Agus, 35, warga Purbalingga, Banyumas ini sempat menabrak pohon hingga menyebabkan 12 penumpang mengalami luka ringan. Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari SH melalui Kasatlantas AKP Wajiman kepada wartawan, Rabu (8/7) mengatakan, kecelakaan ini terjadi saat sepeda motor tak dikenal yang melaju dari arah timur secara mendadak berusaha menyeberang jalan.

Padahal, dari arah belakang sedang melaju bus Dahlia yang jaraknya sudah dekat. Lantaran sudah dekatnya jarak itu, bus Dahlia Indah berusaha menghindar dengan membanting stir ke kanan.

Padahal, dari arah berlawanan sedang meluncur sepeda motor yang dikendarai korban. Kecelakaan pun tak bisa dihindari dan sepeda motor langsung ditabrak bus. Setelah menabrak sepeda motor, bus baru berhenti setelah menabrak pohon di pinggir jalan.

“Jadi kecelakaan ini terjadi karena bis mencoba menhindari sepeda motor yang menyeberang tapi malah menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan,” ujar AKP Wajiman.

Menurut AKP Wajiman, akibat kecelakaan ini, pengendara sepeda motor tewas sesaat setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara dari pihak penumpang bus, diketahui sebanyak 12 penumpang mengalami luka ringan dan langsung diperbolehkan pulang. “Kami masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Sementara sopir dan bus sudah kami tahan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara Bupati Sragen Untung Wiyono juga menyesalkan aksi ugal-ugalan bus terutama dari luar kota. Bahkan, Untung mengaku mendapati sendiri aksi ugal-ugalan bus dari luar kota tersebut. “Saya juga sempat dipepet bus dari luar kota saat melaju di jalan. Kemudian saya hubungi Polsek terdekat untuk menilang ditempat kendaraan bus itu,” katanya.

isw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…