Rabu, 8 Juli 2009 12:07 WIB Ah Tenane Share :

”Digerebek” polisi

8koploSudah menjadi kebiasaan pada setiap malam Minggu, gardu Siskamling dekat rumah Tom Gembus di sebuah desa di Boyolali suasananya rame, karena warga kampung pada lek-lekan sambil main kartu remi.

Namun yang menjadi permasalahan saat ini, keramaian mereka mengakibatkan ketidaknyamanan keluarga Tom Gembus, sebab isterinya, Lady Cempluk, baru saja pulang dari opname di rumah sakit. Agar tidak mengganggu isterinya yang sedang dalam masa penyembuhan, Tom Gembus memperingatkan Jon Koplo yang dipandang sebagai kepala suku permainan kartu remi tadi. Bahkan saking jengkelnya, Gembus sempat mengancam akan melaporkan mereka ke polisi.

Setelah diperingatkan Tom Gembus, volume suara di gardu itu memang berkurang, namun permainan kartu masih berlanjut.

Beberapa saat kemudian, kejadian tidak diduga terjadi. Tiba-tiba saja sebuah mobil patroli polisi berhenti tepat di dekat gardu ronda. Karuan saja para pemain kartu sak penontonnya pada bubar dan mak brabat, pada lari tunggang langgang. Lain halnya dengan Jon Koplo yang tak sempat  menyelamatkan diri.

Dengan wajah pucet dan badan mengkeret, Koplo langsung menyambut kedatangan polisi yang menghampirinya.

”Mmm… maaf Pak. Ini cuma untuk cagak lek saja kok. Nggak apa-apa kan, Pak?”

Polisi itu menjawab, ”Lho kok malah pada bubar, memangnya ada apa? Kami ke sini cuma mau tanya, rumah Pak Tom Gembus itu yang mana? Saya temannya sekantor mau menjenguk isteri Pak Gembus yang sedang sakit.”

Setelah mendengar jawaban dari polisi itu Jon Koplo baru ngeh bahwa ternyata Tom Gembus tetangganya adalah juga seorang anggota polisi.

”Woalaaah, jebule mung arep tilik wong lara ta, ndarakku arep nggrebek,” batin Koplo lega. Kiriman Wakhid Thoyib, Tanjung RT 07/RW II, Guli, Nogosari, Boyolali.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…