Selasa, 7 Juli 2009 11:15 WIB Ah Tenane Share :

Nyumbang dobel

Akhir Juni lalu, Jon Koplo, seorang siswa SMA negeri di Solo harus jaga rumah sendirian karena ditinggal kedua orangtuanya menengok saudara yang sedang sakit di Jakarta. Selain itu, Koplo juga ditugasi bapaknya njagong manten dan dititipi sebuah amplop untuk nyumbang.

Malam minggu besoknya, dengan bersepatu dan berbaju batik, Koplo menjalankan amanah ayahnya berangkat menuju ke tempat resepsi. Di sana, Jon Koplo ikut mengantre bersama para tamu lain yang berdesak-desakan mengisi buku daftar hadir, lalu memasukkan amplop sumbangan ke kotak yang sudah disediakan. Baru beberapa langkah akan masuk ke gedung, tiba-tiba pundak Koplo dijawil seseorang dari belakang. Ternyata teman sekelas Koplo yang kebetulan juga sedang mengantar ibunya njagong di situ.

”Lho, Plo, kamu juga kenal sama yang punya hajat ini?” tanya Gembus.

”Oh, Bu Nicole yang punya gawe ini teman bapakku,” jawab Koplo.

”Bu Nicole siapa? Wong yang punya gawe ini Pak Gembus sama Bu Cempluk kok.”

Koplo kaget. Kebetulan dia bawa undangannya yang disimpan di saku celananya. Setelah melihat dan meneliti dibantu temannya tadi, ternyata Koplo memang salah alamat. Di Solo memang ada dua gedung buat pesta pernikahan yang namanya sama tapi berlainan tempat, yang satu di Laweyan, satunya lagi di Tipes.

”Wadhuh, piye iki? Padahal amplope wis kebacut tak lebokke kothak. Gek dhuwit ning dompetku ya ngepres banget. Isa didukani Bapak aku engko,” batin Koplo panik.

Teman Koplo tadi cuma bisa ngampet ngguyu campur kasihan.

Akhirnya, setelah dipinjami temannya beberapa lembar sepuluh ribuan, Koplo pun langsung cabut dan berniat beli amplop lagi untuk nyumbang ke gedung yang satunya.

”Oalah, durung entuk sop wae wis nyumbang dhobel.

Kiriman Amin Sunarto, Jl Maramis No 37, Nusukan, Solo.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…