Selasa, 7 Juli 2009 15:51 WIB Klaten Share :

KNKT mulai investigasi tragedi mbah Ruwet

Klaten (Espos)–Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) turun tangan melakukan investigasi terkait tabrakan kereta api (KA) Prameks dan minibus Hadi Mulyo di Desa Pokak, Ceper, Selasa (7/7). KNKT melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologis peristiwa, hingga penyebab tragedi tersebut bermula.

KNKT datang ke lokasi perlintasan KA yang kerap disebut Mbah Ruwet itu dipimpin oleh investigator in charge Kusnendi Soehardjo.

Di lapangan, KNKT menelusuri lokasi sepanjang rel untuk mengukur jarak bus terseret. Selain itu, KNKT juga melihat kondisi bantalan rel dan areal pandang sekitar.

Selain Kusnendi, tim KNKT yang melakukan investigasi terdiri dari Sukriyadi dan Desy Setyowati. KNKT datang didampingi Kepala Humas PT Kereta Api (KA) Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto. Selain itu, tim dari Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jateng, dan Polres Klaten juga mendatangi lokasi untuk berkoordinasi.

“Kami saat ini mengumpulkan data atas kecelakaan yang terjadi. Kami memeriksa semua kondisi lapangan, kelengkapan rambu-rambu, hingga meminta keterangan dari para korban,” kata Kusnendi yang juga menjabat sebagai Ketua Sub Komite Keselamatan Transportasi Darat KNKT kepada wartawan di sela-sela pemeriksaan.

Dari pemeriksaan sementara, KNKT mendapati areal setempat tergolong daerah bebas pandang. Artinya, tidak ada hambatan pandangan yang mengganggu pengguna jalan saat melintas di perlintasan KA tersebut.

Kendati demikian, KNKT belum bisa menyimpulkan lebih lanjut mengenai penyebab terjadinya tragedi Mbah Ruwet. Kusnendi mengungkapkan, hasil investigasi ditentukan nanti, setelah pihaknya rampung mengumpulkan data-data.

Kasus tabrakan itu menjadi perhatian serius KNKT mengingat korban tewas mencapai 15 orang. KNKT, lanjut Kusnendi, turun tangan bila tragedi kecelakaan yang terjadi merenggut sedikitnya delapan korban jiwa.

haa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…