Selasa, 7 Juli 2009 15:33 WIB Feature,Boyolali Share :

600 KK mulai kesulitan peroleh air bersih

8kemarauBoyolali (Espos)--Sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga dukuh, yakni Kendel Ban, Glinggang dan Gagan, Desa Kendel, Kecamatan Kemusu mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).

Sumur-sumur dangkal yang mereka miliki tidak lagi mengalirkan air, sejak hujan tidak turun tiga pekan terakhir. Guna mendapatkan air bersih, warga harus ngangsu di Sendang Wiu yang berjarak kurang lebih 500 meter dari permukiman penduduk.

Kepala Desa Kendel, Eko Puryono, mengatakan saat ini volume air di sendang masih cukup memadai untuk mencukupi kebutuhan penduduk. Namun mulai Agustus hingga September mendatang volume air diperkirakan jauh berkurang.

“Volume air berkurang mulai Agustus-September karena saat itu merupakan puncak kemarau,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/7).

Eko menambahkan, krisis air bersih belum melanda seluruh dukuh di Desa Kendel. Sebagian warga yang bermukim di dukuh lain masih relatif mudah mendapatkan air dari sumur dangkal dengan kedalaman 12-15 meter. Namun warga lain mulai kesulitan.
Sekretaris Desa Kendel, Sriyana, menambahkan selain mengancam 600 KK yang berdiam di Dukuh Kendel Ban, Gagan dan Glinggang, sebanyak 5.632 jiwa yang tersebar di Dukuh Ledok, Dagen, Kendel dan Jemlug juga berada di bawah ancaman krisis air bersih.

Dikatakan, keempat dukuh tersebut dipastikan akan kesulitan mendapatkan air bersih setiap puncak musim kemarau yang jatuh pada Agustus-September.
Menurut Sriyana, jika sumber air di sumur-sumur tidak lagi memancarkan air, warga dapat mendapatkan air dari sumber mata air sendang yang banyak tersebar di Kendel.

Di Kendel terdapat delapan sumber mata air, yakni Sendang Wiu, Sendang Joyo, Jambe, Nongo, Bubak, Ngedok, Klumpit dan Dadapan. Seluruhnya masih mampu memancarkan air di puncak kemarau sekalipun meski dengan volume rendah.

dwa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…