Selasa, 7 Juli 2009 16:00 WIB News Share :

1 Official AYG Indonesia positif flu babi

Jakarta–Salah satu staf logistik kontingen atlet Indonesia yang mengikuti kejuaraan Asian Youth Games di Singapura dinyatakan positif terkena flu babi (virus H1N1).

Staf logistik itu adalah Faruk Togolobe (40). Ia dinyatakan positif terjangkit flu babi sejak 5 Juli 2009 lalu.

“Jadi konfirm masuk ke RS Singapore General Hospital tanggal 5 pagi karena sakit flu, pusing berat, kondisi tidak kemana-mana hanya di kamar,” kata Wakil Ketua Kontingen Asian Youth Games Cahya Aziz, Selasa (7/7).

Dalam kejuaraan yang baru pertama kali diselenggarakan di dunia dan Asia ini, Indonesia mengikuti 8 dari 10 cabang olahraga yang diperlombakan. Menurut Cahya, timnya memiliki tim kesehatan untuk mengecek setiap hari kesehatan para atlet dan official.

“Waktu dicek panasnya tinggi sekali hingga 38 derajat. Langsung masuk hotel untuk diistirahatkan. Kemarin tanggal 6 sudah membaik, tapi tadi pagi masih nggak stabil, rencananya akan diisolasi dan dirawat mininal 2 pekan,” kata Cahya.

Selain Faruk, teman sekamarnya, Imam juga harus menjalani karantina karena diduga tertular oleh Faruk. Meski dinyatakan sehat oleh tim dokter yang memeriksa, Imam tetap harus diisolasi dan dirawat.

“Ada satu orang lagi namanya Imam. Dia anggota logistik kita juga, satu kamar dengan Faruk. Walaupun dinyatakan sehat tapi tetap masuk ruang karantina,” ujar Cahya.

Sebelumnya, Tiffany Adam, atlet dari Universitas Indonesia (UI) yang akan mengikuti pertandingan olah raga antar universitas negeri se-Asia di Singapura juga diduga terkena flu babi. Tiffany terpaksa menjalani karantina sampai ada kepastian tentang penyakitnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…