Senin, 6 Juli 2009 14:56 WIB Karanganyar Share :

Polres sisir toko-toko penjualan VCD

Karanganyar (Espos)–Polres Karanganyar hingga kini terus melakukan pengusutan kasus produksi VCD porno lokal yang dibintangi dua warga Gondangrejo, Karanganyar.

Aparat kepolisian setempat juga terus melakukan penyisiran ke sejumlah toko-toko penjualan VCD di Gondangrejo maupun di wilayah lain, untuk mengantisipasi peredaran VCD porno tersebut.

“Dari pengakuan tersangka, VCD itu hanya untuk konsumsi sendiri. Namun demikian, langkah antisipasi tetap kami lakukan. Jangan sampai suatu ketika tiba-tiba ada VCD tersebut yang beredar di pasaran. Kami terus melakukan penyisiran ke toko-toko penjualan VCD maupun di PKL-PKL,”
kata Kapolres, saat ditemui Espos di Mapolres setempat, Senin (6/7).

Dari hasil penyisiran sementara itu, lanjutnya, pihak kepolisian belum menemukan satu pun VCD yang dimaksud. Besar kemungkinan, VCD itu belum sempat diedarkan oleh para tersangka, kendatai telanjur diperbanyak hingga enam keping.

“Sejauh ini, kami belum menemukan adanya VCD seperti itu di pasaran. Mudah-mudahan, memang tidak ada. Jadi, kami dapat bernafas lega karena usaha produksi VCD porno lokal itu dapat kami bongkar dan dicegah, sebelum sempat beredar di masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Kasatreskrim AKP Djoko Satriyo Utomo, dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya, baik keterangan saksi dan bukti yang ada mengarah pada ketiga tersangka yang telah ditangkap itu. Ketiganya yakni pasangan kekasih berinisial J, 34, yang seorang pengangguran, dan DI, 22, yang berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG), serta MI, 29, asal Boyolali, yang menjadi pelaku penggandaan film berisi adegan mesum kedua pasangan tersebut.

dsp

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…