Senin, 6 Juli 2009 13:47 WIB pilpres Share :

KPU
KPUD harus berikan soft copy DPT ke tim sukses Capres

Jakarta–KPU sudah sepakat untuk menyisir DPT Pilpres 2009, karena ada indikasi DPT tidak akurat. Selain itu, KPUD juga diperintahkan untuk memberikan soft copy DPT kepada tim sukses capres-cawapres.

“KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota harus memberikan soft copy ke tim sukses masing-masing,” perintah Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam jumpa pers bersama JK-Wiranto dan Mega-Prabowo di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Jumpa pers ini digelar setelah JK-Wiranto dan Mega-Prabowo beserta jajarannya bertemu KPU. Dua hal yang dibahas adalah penyisiran DPT dan kemungkinan penggunaan KTP sebagai alat bukti untuk menggunakan hak pilih.

Menurut Abdul Hafiz, KPU sepakat untuk melakukan penyisiran DPT bersama tim sukses capres-cawapres. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota akan bekerja keras dan harus selesai pada Selasa (7/7).

Terkait hal ini, Hafiz memerintahkan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk memberikan soft copy DPT kepada masing-masing tim sukses capres-cawapres.
“Daftar DPT juga harus dipasang di tiap TPS. Di samping itu, berita acara pemungutan dan penghitungan suara juga harus diserahkan kepada para saksi.

Sedangkan mengenai penggunaan KTP, KPU belum membuat keputusan. KPU akan menunggu keputusan MK yang akan keluar pada pukul 16.00 WIB.

Terhadap dua hal ini, tim JK-Wiranto dan Mega-Prabowo juga sepakat.

“Ini kita lakukan bersama-sama demi menyelamatkan suara rakyat,” ujar Hafiz.

Jumpa pers yang membahas hal krusial dua hari menjelang Pilpres ini berlangsung serius tapi santai. Para tim sukses JK-Wiranto dan Mega-Prabowo tampak berdiri di belakang JK-Wiranto dan Mega-Prabowo serta Ketua KPU saat jumpa pers digelar.

Dari tim JK-Wiranto, hadir antara lain Yuddy Chrisnandi, Samuel Kotto, Fahmi Idris, Poempida Hidayatullah, Burhanuddin Napitupulu, Aksa Mahmud, Ali Muchtar Ngabalin, dan Fahmi Idris. Sedangkan tim Mega-Prabowo antara lain hadir Pramono Anung dan Effendi Simbolon.

JK-Wiranto dan Mega-Prabowo yang hadir dalam jumpa pers juga tampak santai, meski memperlihatkan mimik serius. JK mengenakan baju lengan panjang warna putih, Wiranto mengenakan baju lengan pendek warna cokelat, Megawati mengenakan baju warna merah, dan Prabowo mengenakan safari saku banyak warna cokelat dan berpeci.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…