Senin, 6 Juli 2009 18:20 WIB News,Haji Share :

Imigrasi siap cetak 230.000 paspor hijau

Jakarta–Direktur Jenderal Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Basyir Ahmad Barmawi di Jakarta mengatakan telah siap mencetak 230 ribu paspor haji biasa (hijau).

“Kesiapan tersebut telah kami lakukan sejak dua bulan lalu,” kata Basyir, Senin (6/7), menanggapi keinginan pemerintah Arab Saudi mulai musim haji 1430 Hijriah/2009 akan memberlakukan parpor haji biasa.

Menurut Basyir, pembuatan paspor hijau tersebut ada dua tawaran, yakni paspor yang memiliki 24 halaman yang biasa dipakai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan paspor biasa yang memiliki ketebalan 48 halaman.

“Untuk paspor haji hijau ini lebih cenderung dengan ketebalan 48 halaman,” ujar dia.

Menyinggung harga paspor, dia mengaku belum dapat memastikan dan masih dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Basyir mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan personal untuk pembuatan blanko paspor hijau tersebut.

“Karena calon jamaah tidak cukup hanya menyerahkan pas foto, tetapi harus datang sendiri dan membubuhkan sidik jari,” katanya.

Sehingga tidak bisa diganti-ganti dengan orang lain. Berbeda dengan paspor coklat yang dapat diganti dengan jamaah lain jika calon jamaah batal berangkat.

Selain itu, kata dia, Dirjen Imigrasi Depkumham juga siap mengeluarkan kebijakan jika pemerintah telah memutuskan ibadah haji menggunakan paspor hijau, karena diperlukan perubahan aturan, yakni aturan tentang haji dan keimigrasian.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H Abdul Ghafur Djawahir, membenarkan bahwa saat ini tengah dilakukan berbagai persiapan menyangkut penggunaan paspor internasional atau parpor hijau untuk calon jemaah haji Indonesia.

“Depag dan Ditjen Imigrasi tengah melakukan persiapan untuk itu,” kata H.Abdul Ghafur Djawahir.

Ia mengatakan, Depag dan Ditjen Imigrasi akan membentuk tim. Secara teknis tim tersebut nanti membahas secara detail rencana tersebut. “Kita berharap kebijakan penggunaan paspor hijau ini tidak semakin memberatkan jemaah haji,” harap Gafur.

Sebelumnya Menag M. Maftuh Basyuni menegaskan, calon jemaah haji Indonesia, termasuk dari berbagai negara lainnya di dunia, mulai musim haji 1430/2009, akan menggunakan paspor internasional atau yang lazim disebut paspor hijau.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…