Minggu, 5 Juli 2009 23:49 WIB Ah Tenane Share :

”Dikejar” HP

22koploSudah sekian lama Jon Koplo yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Solo ini reka-reka nyambi menerima gadai barang.

Maksudnya sih bisa nulung orang, sekaligus nulung dirinya dengan menggunakan barang gadaian itu, misalnya motor bisa ia pakai untuk wira-wiri, dsb.

Tapi kalau lagi apes, orang yang ditulung bisa jadi malah menthung. Pernah suatu ketika ia dibuat stres gara-gara motor gadaiannya bodong alias ilegal. Akibatnya Jon Koplo dituduh sebagai tukang tadah sehinga terpaksa harus berurusan dengan polisi plus uangnya amblas berjuta-juta. Sejak saat itulah Koplo kapok tidak akan terima gadai lagi.

Suatu hari, temannya yang bernama Tom Gembus sambat butuh uang dengan menggadaikan HP-nya. Sebenarnya Jon Koplo masih trauma dengan peristiwa masa lalu, namun karena Gembus terus merengek, akhirnya Koplo merasa kasihan juga. Koplo meminjamkan uang Rp 100.000 dan HP Gembus sak sim card-nya pun berpindah tangan.

Hari pertama, HP gadaian itu tak berdering. Namun begitu hari kedua, dering HP tak pernah berhenti hampir setiap jam. Terpaksa Koplo ingin tahu siapa yang menghubunginya. Koplo kaget bukan kepalang. Ternyata setiap bel berdering semuanya mencari Tom Gembus. Ada yang menagih angsuran bank, ada yang menagih angsuran barang, ada yang menagih kartu kredit, pokoknya semua telepon berisi tagihan, tak ada yang lain.

Koplo pun kembali stres, setiap HP berdering tak pernah lagi dia terima. Hatinya semakin tidak tenang, teringat motor gadai yang dulu pernah membuatnya sial.

Esok harinya setelah ketemu Tom Gembus, ”Mbus, nih HP-mu, dibawa saja!” kata Koplo anyel.

”Lho, kok dikembalikan? Ini kan kugadaikan?” Tom Gembus heran.

”Wis rasah gadai-gadaian! Gara-gara HP-mu aku kayak dikejar-kejar debt colector! Wis… wis… Aku saiki ora arep nampa gadhen meneh,” jawab Koplo kesal.

Tom Gembus cuma pringas-pringis saja.

Kiriman Nur Taufiq, Sanggrahan RT 01/RW 21, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…