Sabtu, 4 Juli 2009 15:44 WIB News Share :

RS Sanglah rawat 7 pasien suspect H1N1

Denpasar–Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar hingga Sabtu (4/7) siang, masih merawat tujuh orang pasien yang diduga terjangkit virus flu babi (H1N1).

“Sampai saat ini, RS Sanglah Denpasar masih merawat tujuh warga negara asing suspect flu babi,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sanglah Denpasar, dr I Gusti Lanang Suartana Putra di Denpasar, Sabtu (4/7).

Ia mengatakan, setelah menerima dua warga asing “suspect” flu babi, yakni Troels Munk (84) asal Denmark dan Richard Clark (26) warga negara asal Inggris pada Kamis (2/7), RS Sanglah pada Jumat (3/7) malam kembali kedatangan satu pasien suspect H1N1.

Pasien yang diduga terjangkit virus flu babi itu adalah warga negara Australia, Coreirra (25) berjenis kelamin laki-laki dengan keluhan yang sama seperti pasien sebelumnya, yakni gejala klinis seperti batuk, pilek, dan panas tinggi.

Di samping berdasarkan gejala klinis, menurut penelusuran epidemiologis coreirra berasal dari daerah endemis (daerah tertular) dan sebelum datang ke Bali pasien tersebut sempat singgah ke beberapa negara.

Sementara empat pasien yang terlebih dahulu dirawat, yakni Ryan Wood (23), Arron Michael (24) asal Australia, Gerry O’ Brian (43) asal Jerman, dan Brian Ariel Schargorodsky (22) asal Argentina sampai hari ini hasil laboratorium dari Litbangkes Jakarta belum juga diterima pihak RS Sanglah.

“Kami belum menerima hasil konfirmasi pemeriksaan ulang keempat pasien yang dirawat terlebih dahulu di RS Sanglah, dengan demikian Litbangkes masih punya hutang tujuh hasil laboratorium,” tambahnya.

Ditanya kondisi dari ketujuh pasien suspect flu babi tersebut, Lanang mengatakan secara umum kondisinya sudah membaik.

Lanjutnya, untuk keempat pasien yang labih dulu mendapatkan perawatan semestinya sudah bisa dipulangkan namun karena hasil konfirmasi laboratorium belum datang, pihaknya masih akan menunggu hasil tersebut dan jika sudah ada dan dinyatakan negatif ke empat pasien itu bisa langsung dipulangkan.

Mengenai persediaan Tamiflu, Ia mengatakan persediaan obat Tamiflu di RS Sanglah saat ini sebanyak 2.000 tablet lebih.

“Untuk Tamiflu di RS Sanglah Denpasar masih tersedia 2.000 tablet lebih, dan masalah obat tersebut kami juga di “back up” sepenuhnya oleh Departemen Kesehatan,” ujar Lanang.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…