Jumat, 3 Juli 2009 16:32 WIB Boyolali Share :

Warga tagih janji konsultan proyek pembangunan jalan tol Solo-Ngawi

Boyolali (Espos)–Sebagian pemilik tanah pekarangan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak yang akan terkena proyek pembangunan jalan tol Solo-Mantingan, menagih janji konsultan proyek pembangunan jalan bebas hambatan yang telah bersedia kembali turun ke lapangan untuk memvalidasi data. Warga meminta validasi segera dilakukan untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Salah satu warga pemilik tanah pekarangan dan bangunan, Baju Riyanto, 68, mengatakan data yang tidak akurat hanya dapat divalidasi konsultan dengan jalan turun ke lapangan. Jika hanya dicocokkan ulang dengan data mentah, ia khawatir beberapa poin penting akan tetap tercecer.

Riyanto mengatakan, hasil pendataan tanah pekarangan dan bangunan miliknya oleh konsultan tidak sesuai kenyataan. Selain ukuran tidak sesuai sertifikat, seluruh tanaman yang berada di atas tanah pekarangan tidak masuk dalam daftar.

“Padahal tanaman juga masuk hitungan ganti rugi,” ucapnya, Jumat (3/7).

Selain mendesak konsultan segera mencocokkan data dengan jalan turun ke lapangan, Riyanto meminta panitia pembangunan jalan bebas hambatan memberikan kepastian waktu pelaksanaan pembangunan dan target selesai. Menurutnya, tanpa kepastian mengakibatkan warga gelisah.

Ia mengatakan, sebagian besar warga yang akan terkena proyek tol ragu-ragu ketika akan memperbaiki atau membangun rumah, karena belum ada kepastian waktu pembangunan jalan tol.

“Kami khawatir jika rumah sudah diperbaiki atau dibangun, nanti terkena proyek,” tuturnya.

Warga lain, Walid Shodikin, 50, meminta panitia memberikan data hasil pengukuran untuk setiap pemilik masing-masing satu lembar sesuai dengan data kepemilikan. Selama ini data yang diberikan acapkali tumpang tindih antara satu pemilik dengan pemilik lain, karena satu lembar bisa berisi dua hingga tiga pemilik tanah atau bangunan.

dwa

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…