Jumat, 3 Juli 2009 13:56 WIB News Share :

Polisi sambut baik aturan BI wajibkan bank teliti nama nasabah

Jakarta–Bank Indonesia mengeluarkan aturan yang mewajibkan bank-bank meneliti nama nasabah yang mirip dengan nama-nama dalam daftar teroris. Pihak kepolisian pun menyambut positif langkah ini.

“Tentunya hal itu positif saja terhadap pencegahan tindak pidana terorisme. Dan bank mempunyai otoritas sendiri,” kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak, Jumat (3/7).

Aturan Bank Indonesia ini dituangkan dalam Peraturan Bank Indonesia No. 11/28/PBI/2009 – Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum yang mulai berlaku 1 Juli 2009.

“Ini langkah preventif bagus saja, meski pelaku kriminal bisa saja dalam transfer menggunakan nama orang lain,” jelasnya.

Memang, diakui para pelaku terorisme selain melalui perbankan juga menggunakan cara lain. Misalnya dengan mengumpulkan sumbangan diantara mereka, dan polisi sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait aktivitas tersebut.

“Tentunya dalam rangka penyelidikan banyak cara yang ditempuh polisi” tutupnya.

Hingga saat ini, nama yang terendus pihak kepolisian dalam daftar terorisme di Indonesia yakni Noordin M Top, yang keberadaannya masih diburu.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…