Jumat, 3 Juli 2009 12:49 WIB News,Haji Share :

ICW duga korupsi dana haji 2008 capai Rp 1,278 triliun

Jakarta–Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga adanya indikasi korupsi dalam penyelenggaraan haji tahun 2008 sebesar Rp 1,278 triliun. Dugaan korupsi tersebut ditemukan dalam biaya penerbangan dan biaya operasional di Arab Saudi dan di dalam negeri.

“Rp 1,02 triliun dugaan pada biaya penerbangan dan Rp 255,1 miliar lebih untuk biaya operasional di Arab dan di dalam negeri sehingga total dugaan korupsi Rp 1,278 triliun,” ujar Koodinator Data Informasi ICW Firdaus Ilyas saat jumpa pers di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/7).

Firdaus menjelaskan, jumlah tersebut ditemukan setelah ICW melakukan telaah terhadap laporan Badan Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2008 yang diumumkan Departemen Agama (Depag). “Berdasarkan laporan haji 2008 yang dimuat di beberapa media cetak nasional Depag diduga telah secara sistematis memanipulasi laporan haji BPIH 2008,” jelasnya.

Menurut Firdaus, biaya-biaya kelebihan tersebut dikembalikan ke jamaah karena memang haknya. Oleh karenanya, ICW meminta KPK untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut dan meminta Presiden untuk memanggil Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk mempertanggungjawabkan dugaan ini.

“Yang paling krusial bagi kami Presiden juga tidak menyetujui biaya haji 2009 karena ketidakjujuran Depag dalam menghitung laporan haji 2008 dan ketidakkonsistenan Depag membebani biaya haji yang tidak seharusnya menjadi tanggungan jamaah haji,” tambahnya.

Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan menambahkan, ICW berharap besar Depag bisa mengklarifikasi kembali laporan BPIH tahun 2008. Sehingga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan haji bisa berjalan baik.

“Cobaan memang dari Allah SWT tapi dalam penyelenggaraan haji ini cobaan terbesar itu dari Depag,” tandasnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…