Kamis, 2 Juli 2009 14:16 WIB Karanganyar Share :

Terbentur pembatas jembatan, penumpang KA tewas

Karanganyar (Espos)–Seorang penumpang kereta api (KA) Pasundan jurusan Bandung-Surabaya ditemukan tewas di bawah jembatan Waru-Dowakan, Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Kamis (2/7) pagi.

Pada saat ditemukan warga setempat, sekitar pukul 06.30 WIB, korban yang diketahui bernama Ali Tamam, 19, warga Karangrejo VI/67 RT 07/RW II, Wonokromo, Surabaya, ini dalam kondisi sangat mengenaskan. Separuh bagian kepalanya pecah dan perutnya sobek.

Informasi yang dihimpun Espos di tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga menumpang KA Pasundan bernomor Loko 150 dengan cara menumpang pada bagian atap KA bersama teman-temannya, seusai menyaksikan laga PSM Makasar versus Persebaya Surabaya di Stadion Siliwangi Bandung.

Saat KA yang ditumpanginya melintas di TKP, Rabu (1/7) sekitar pukul 18.05 WIB, korban tak menyadari adanya pembatas jembatan bagian atas.

Dengan laju KA yang tinggi, korban juga tak mampu menghindari pembatas jembatan itu. Akibatnya, kepala korban pecah saat terbentur besi pembatas jembatan. Korban juga terpental ke samping kiri, menghantam badan KA kemudian terjatuh ke bawah jembatan.

Dugaan itu kuat saat melihat alur bekas benturan serta ceceran bagian tubuh korban pada beberapa tempat. Namun saat dikonfirmasi, Kapolres Karanganyar AKBP Sri Handayani melalui Kapolsek Kebakkramat AKP Darsono, enggan berkomentar soal penyebab kematian korban.

“Kami hanya menerima laporan dari warga soal penemuan mayat, yang diduga penumpang KA Pasundan. Setelah kami tiba di lokasi, jenazah korban langsung kami evakuasi dan dikirim ke RSUD Kartini Karanganyar untuk divisum,” kata dia.

dsp

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…