Rabu, 1 Juli 2009 17:32 WIB Hukum Share :

Toko emas dibobol, 0,6 kg perhiasan digasak

Solo (Espos)–Toko Emas Dewi Sri yang berada di Blok C 23 lantai dasar Plaza Singosaren, Solo dibobol maling, Rabu (1/7). Pencuri menggasak perhiasan di toko tersebut dengan total mencapai 0,6 Kg.

Sedikitnya 30 perhiasan dibawa kabur pencuri dengan total kerugian mencapai Rp 120 juta. Aksi pencurian tersebut baru diketahui sekitar pukul 09.30 WIB saat pegawai toko tersebut hendak membuka toko. Tidak ada kerusakan di rolling door toko tersebut.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, menyebutkan, toko milik Liem Kung, 56, warga Nusa Indah BI No 14 Solo Baru, Grogol dibuka oleh pegawainya Candra Istining Tyas, 19, warga Gajahan, Pasar Kliwon dan pegawai lainnya, Sari.

Saat membuka rolling door bagian utara, Candra tidak curiga karena rolling door tertutup rapat dan gembok masih utuh. Setelah berhasil membuka pintu, Candra kaget karena perhiatan berupa cincin, kalung dan ating yang ada di etalase toko telah raib.

“Saya buka rolling door tahu-tahu sudah berantakan dan perhiasan tidak ada,” kata dia.

Dia menyatakan, sebelum kejadian, toko tutup Selasa (30/6) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Kunci toko kemudian dibawa oleh pegawai yang juga orang kepercayaan korban, Adah.

Saat dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada pintu rolling door. Bahkan, pada etalase juga tidak ada kerusakan. Hanya ada satu etalase yang rusak seperti bekas jugilan. Sebagian perhiasan berupa kalung juga masih utuh berada di dalam etalase.

Pencuri menggasak perhiasan berupa kalung, cincin dan anting yang masih berada di etalase. Perhiasan yang dibawa kabur pencuri beratnya lima gram hingga 25 gram dengan harga rata-rata Rp 200.000/gram.
Sebagian perhiasan yang ada di toko tersebut tidak dicuri karena tersimpan dalam berankas yang ada di toko tersebut.

“Yang diambil yang ada di etalase saja. Lainnya ada di berankas. Memang tidak semuanya dimasukkan ke dalam berankas karena tidak muat,” ungkap pemilik toko, Liem Kung.

Dia menyatakan, total kerugian mencapai Rp 120 juta karena pihaknya memperkirakan perhiasan yang dibawa kabur mencapai 600 gram.

Seorang Satpam, Lulud ketika dimintai keterangan mengaku terdapat 12 pintu masuk menuju Plaza Singosaren.

Sedangkan rolling door akses masuk lantai dasar terdapat tujuh buah.

“Saat tugas pagi tidak ada kecurigaan. Saya hanya tugas buka gembok. Kalau Satpam di lantai lainnya ada sendiri,” kata dia.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Suharyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Mengenai kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam, pihaknya masih mendalami kemungkinan tersebut.

dni

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…