Rabu, 1 Juli 2009 18:23 WIB News Share :

Masyarakat tak perlu penik hadapi flu babi

 Yogyakarta–Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi merebaknya virus H1N1 atau flu babi, tetapi waspada.

“Bahaya virus flu babi tidak sebesar virus flu burung karena persentase kematian penderitanya jauh lebih sedikit. Penderita flu babi umumnya membawa virus itu setelah berkunjung ke luar negeri,” katanya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia usai pembukaan pameran Hari Kridha Pertanian di Dinas Pertanian DIY, meskipun berbahaya, persentase kematian penderita flu babi terhitung rendah dibandingkan flu burung.

“Persentase kematian penderita flu babi hanya tiga persen dari seluruh penderita, sedangkan persentase kematian penderita flu burung mencapai 80 persen,” katanya.

Selain itu, menurut dia, suspect flu babi umumnya berasal dari luar negeri, baik warga negara Indonesia yang tertular di luar negeri atau warga asing yang membawa virus H1N1 dari luar negeri.

“Penularan virus H1N1 antarmanusia juga belum terjadi di Indonesia, termasuk di DIY. Hingga kini tidak ada penularan virus flu babi di DIY,” katanya.

Namun demikian, menurut Raja Keraton Yogyakarta Hadiningrat itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY tetap meningkatkan antisipasi penyebaran virus H1N1. “Selain pemasangan alat pemindai panas tubuh manusia atau thermoscanner di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Pemprov DIY juga menyiagakan ambulans dan rumah sakit untuk merawat suspect H1N1,” katanya.

 Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) DIY, Retno Setijowati mengatakan, hingga kini belum ada ternak maupun manusia di DIY yang terkena virus H1N1.  “Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan. Kami sudah memiliki standar operasional prosedur penanganan H1N1,” katanya.

Menurut dia, Distan DIY telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk mengantisipasi merebaknya flu babi.

“Kami juga mengawasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang masuk dari Malaysia dan Singapura, karena DIY memiliki penerbangan langsung
daridan ke kedua negara tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, Distan DIY melalui bidang peternakan yang terdapat di Distan kabupaten secara rutin telah mengunjungi peternakan babi yang tersebar di DIY. Dokter hewan di kabupaten dan kota terus memantau kondisi peternakan babi di daerah masing-masing.

Distan DIY juga memanfaatkan tenaga pemantau flu burung untuk memantau perkembangan merebaknya virus H1N1.

“Selain itu, kami juga mengambil sampel di setiap peternakan babi, dan hasilnya negatif. Jadi, tidak ada satupun ternak babi di DIY yang terjangkit virus H1N1,” katanya.
Ant/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…