Selasa, 30 Juni 2009 18:17 WIB Sragen Share :

SBY resmikan Technopark, Bupati Untung panen pujian

Sragen (Espos)–Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen di bawah roda kepemimpinan Bupati Untung Wiyono panen pujian. Bupati dinilai telah berhasil dalam memenuhi tujuh aspek prioritas pembangunan daerah.

Demikian disampaikan secara langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat meresmikan Technopark Sasana Ganesha Sukowati, Selasa (30/6). Presiden mengatakan ketujuh prioritas yang dimaksud adalah mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendidikan, meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain itu membangun infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan dan irigasi, membentuk pemerintahan bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

“Sragen adalah salah satu kabupaten/kota yang saya nilai sudah memenuhi prestasi tujuh prioritas pembangunan daerah yang tadi,” ujar SBY dihadapan ribuan tamu undangan yang hadir dalam peresmian technopark.

SBY juga mengakui pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sragen mengalami kemajuan yang cukup pesat. Bahkan berbagai prestasi penghargaan telah banyak diraih Kabupaten Sragen di bawah kepemimpinan Untung Wiyono. Apalagi Sragen yang kali pertama membuat program One Stop Service (OSS) dan kini menjadi percontohan nasional.

“Saya ini asli Pacitan. Dan dulu sering main ke Solo termasuk Sragen. Ternyata Sragen sudah banyak mengalami kemajuan,” katanya.

SBY berharap pembangunan Technopark Sasana Ganesha Sukowati ini bisa mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. SBY berpesan kepada seluruh kepala daerah untuk menerapkan tiga strategi pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan menyusun program yang prorakyat.

Kepala daerah juga diminta untuk mempermudah masuknya investasi dengan memberikan kemudahan dalam perizinan usaha.

“Saya tidak setuju kalau hanya memperbanyak jumlah BLK tanpa disertai adanya lapangan kerja. Karena itu lapangan kerja harus tersedia dulu sehingga terdapat link and match atau klop antara BLK dengan tersedianya lapangan kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakretrans) Erman Suparno mengatakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi pengangguran dan kemiskinan adalah dengan merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia.

isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…