Selasa, 30 Juni 2009 13:38 WIB Ekonomi Share :

Produksi CPO 2009 bisa 21,5 juta ton

Jakarta–Dirjen Perkebunan Achmad Manggabarani memperkirakan produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) selama 2009 bisa mencapai 21,511 juta ton.

“Pada 2009, produksi CPO kita bisa lebih dari 20 juta (perkiraan awal), mencapai 21,511 juta ton,” kata Achmad dalam Simposium Kelapa Sawit yang digelar oleh Kadin Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut dia, sebanyak 7,9 juta ton CPO dihasilkan oleh sawit dari perkebunan rakyat, sekitar 11 juta ton perkebunan swasta dan 2,4 juta ton dari perkebunan milik negara.

Peningkatan produksi tersebut terjadi karena adanya perluasan lahan sawit dari 7,157 juta hektare pada 2008 menjadi 7,693 juta hektare tahun ini.

Produktifitas tanaman sawit juga meningkat dari 3,611 ton per hektare menjadi 3,711 ton per hektare. Produksi CPO selama 2008 tercatat mencapai 19,2 juta ton.

“Luas perkebunan swasta dan rakyat bertambah, PTPN tidak ada yang perluas kebun, paling-paling peremajaan tanaman saja,” ujar Achmad.

Menurut Achmad, pengembangan industri CPO ke depan akan difokuskan pada upaya intensifikasi lahan yang ada dan mengurangi perluasan areal kebun.

“Perluasan areal tetap diperlukan kalau untuk mencapai target 40 juta ton CPO pada 2020, tapi dikurangi upaya perluasan dan ditingkatkan upaya intensifikasi,” tuturnya.

Pada 2020, diperkirakan produksi CPO mencapai 40 juta ton dengan luas areal perkebunan mencapai 9,127 juta hektare dan produktifitas lahan mencapai 4,5 ton per hektare.

Pada 2010, luas lahan sawit diperkirakan baru mencapai 8,127 juta hektare dengan produksi CPO sebanyak 23,199 juta ton dan produktifitas
tanaman sawit 3,717 ton per hektare.

ant/fid

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…