Selasa, 30 Juni 2009 16:47 WIB Solo Share :

Membelot, kepengurusan partai terancam diambil alih DPP

Solo (Espos)–Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI) Kota Solo terancam bakal diambil alih oleh DPP PNBKI, menyusul turunnya SK DPP PNBKI Nomor 1328/DPP-PNBK Ind/LPTS/VI/2009 tentang sanksi tegas bagi struktur partai yang bertentangan dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnassus).

Sekretaris DPC PNBKI Kota Solo, Himawaan Argo P saat dihubungi Espos, Selasa (30/6), mengungkapkan, pihaknya sudah menerima SK DPP tersebut.

Dia menerangkan, dalam salah satu butirnya menyebut adanya tindakan tegas berupa sanksi organisasi dalam rangka penekkan disiplin partai terpaksa akan diambil oleh DPP PNBKI terhadap para pihak yang dengan sengaja dan nyata-nyata tetap melakukan penyimpangan dan bertentangan dengan hasil rapat Rapimnassus tanggal 29 Mei 2009.

Menurut Himawan, hasil Rapimnassus itu jelas PNBKI mendukung pasangan Capres-Cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono (SBY-Boediono). Namun, menurut Himawan, PNBKI Solo sudah mengabil keputusan yang berseberangan dengan DPP, yakni PNBKI Solo mendukung pasangan Capres-Cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto (Mega-Prabowo).

“Kami sudah siap atas konsekuensi tersebut. SK itu juga tidak memberikan penjelasan mengapa memilih SBY-Boediono. Sedangkan program kerja Mega-Prabowo menurut kami sudah sesuai dengan Tri Saksi Bung Karno yang termaktub dalam visi PNBKI. Kalau DPP mau mengambil alih DPC PNBKI Solo dengan caretaker silakan. Buat kami hal itu tidak masalah,” tegas Himawan.

trh

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…