Selasa, 30 Juni 2009 17:37 WIB News,Feature,Haji Share :

Impor vaksin meningitis tunggu Depkes

Bandung–Menyusul Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang vaksin maningitis, PT Bio Farma menunggu keputusan dari Departemen Kesehatan RI terhadap kemungkinan mengimpor atau tidak vaksin itu.

“Sejauh ini kami belum mendapat sinyal dari Depkes apakan impor atau tidak vaksin itu, Depkes sendiri belum menggeluarkan perintah pelarangan vaksin itu. Kami menunggu saja,” kata Manajer Produksi PT Bio Farma, Mahendra Suhardono di Bandung, Selasa (30/6).

Bio Farma sejauh ini tidak memproduksi vaksin maningitis yang saat ini peruntukannya bagi para jemaah haji agar tidak tertular virus maningitis saat menunaikan ibadah haji.

Namun belakangan MUI mengharamkan vaksin yang selama ini disuntikan kepada para calon jemaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci Makkah itu karena proses produksinya menggunakan enzim babi yang haram bagi Muslim.

“Bio Farma selama ini menimpor dari Glaxo Smith Kline, tentunya melalui proses tender. Namun sejauh ini belum ada permintaan atau larangan dari Depkes,” kata Mahendra.

Pengadaan vaksin maningitis sendiri, kata Mahendra bukan core bisnis PT Bio Farma karena permintaan vaksin itu sangat kecil. Permintaanya rata-rata per tahun untuk sekitar 200 ribu jemaah haji saja.

“Kita tunggu saja, kalau tidak pakai vaksin maningiti yah kita tak akan impor. Namun demikian penggunaan vaksin maningitis masih diperlukan,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…