Selasa, 30 Juni 2009 23:13 WIB Ah Tenane Share :

Berdiri sejak...

Berdiri sejak...Jon Koplo seorang pedagang kelapa di sebuah pasar di Solo. Orangnya agak ndridik. Untuk mendukung aktivitasnya sebagai pedagang kelapa, Koplo punya banyak pakaian ganti.

Karena setiap habis angkat-angkat kelapa tentu saja pakaiannya kotor dan harus ganti. Biar kelihatan cah resikan.

Jon Koplo pun ternyata punya ide yang brilian. Sering kali Koplo membawa spanduk-spanduk bekas dia bawa pulang. Kain spanduk tersebut ternyata untuk dibuat celana. Maklum biar ngirit, ia buat celana dari kain spanduk.

Kebetulan isterinya yang bernama Lady Cempluk ini bisa menjahit dan punya mesin jahit sendiri di rumahnya. Sampai rumah, Koplo langsung menyuruh isterinya membuatkan celana dari kain spanduk tersebut.

”Dik ini aku tadi dapat kain spanduk dari pabrik jamu, kamu jahitkan biar jadi celana. Kan lumayan bisa untuk gonta-ganti di pasar,” ucap Jon Koplo pada isterinya.

Keesokan harinya, Koplo langsung memakai celana tersebut ke pasar. Yang namanya spanduk pasti banyak tulisannya. Apalagi spanduk iklan dari sebuah pabrik jamu. Sampai pasar, Koplo pun turun dari bus dan mulai berjalan menuju kiosnya. Tapi banyak sekali orang-orang yang mesam-mesem padanya.

Jon Koplo pun tetap mlaku ngetiging. Tapi semakin lama, orang-orang yang melihat Koplo malah pada tertawa membaca tulisan di celana Jon Koplo.

”Hebat kamu Plo…!” sambut Tom Gembus, teman Koplo, sambil menunjuk ke celana yang dipakai Jon Koplo.

Setelah mengetahui apa yang terjadi, Koplo pun ikut tertawa. Ternyata celana Jon Koplo bagian depan ada tulisannya ”berdiri sejak tahun 1998”.

Buru-buru Jon Koplo masuk kamar mandi dan segera ganti celana yang lain yang juga baru jadi kemarin. Tapi celana yang ini terbuat dari kain karung gandum. Setelah merasa pas, Koplo keluar dari kamar mandi.

Tapi lagi-lagi teman-teman Koplo masih saja memperhatikan celananya dan langsung tertawa. ”Sudah-sudah jangan tertawa terus, aku kan sudah ganti celana,” Jon Koplo bermaksud meredakan tawa temannya.

”Oalah Plo…Plo, kamu memang kuat tenan!” sapa salah satu teman.

”Lha ada apa?” tanya Jon Koplo.

”Lha itu, baca sendiri celanamu!”

Ternyata celananya Koplo yang ini juga ada tulisannya, ”berat bersih 25 kg. Sejak itu, Jon Koplo tidak mau lagi pakai celana sembarangan. –

Kiriman Danang Uki Prabowo, Ngaglik RT 03/RW VII, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo 57527

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…