Selasa, 30 Juni 2009 17:39 WIB Hukum Share :

2 dokter RSJD dituntut 2 tahun enam bulan

Solo (Espos)–Dua dokter di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo dituntut dua tahun enam bulan penjara, Selasa (30/6), terkait kasus dugaan korupsi Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) Bahan Bakar Minyak (BBM) di RS tersebut.

Mereka adalah dr Hendrina Anaatje Kuhuwael dan dr Rukma Astuti. Selain itu, mereka juga dituntut dengan Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara. Mereka juga diminta mengganti kerugian negara Rp 673,1 juta yang dibayar tanggung renteng dengan Siti Nuraini Arief dan Dwi Priyo.

“Menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan dengan perintah supaya terdakwa segera ditahan,” ungkap jaksa penuntut umum (JPU) Syafruddin di persidangan.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Yuhanis SH, JPU menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai dakwaan sibsider yaitu Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan untuk dakwaan primer yaitu Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU yang sama, Syafruddin menilai dua terdakwa tidak terbukti melanggar Pasal tersebut. Dalam tuntutannya, JPU menilai terdapat beberapa hal yang memberatkan terdakwa.

“Perbuatan terdakwa sebagai PNS tidak memberi contoh yang baik. Mereka juga merugikan keuangan negara, menikmati hasil korupsi dan merasa tidak bersalah,” kata Syafruddin.

Sedangkan hal yang meringankan, kata dia, terdakwa memiliki tanggungan keluarga dan sopan selama persidangan.

dni

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…