Senin, 29 Juni 2009 15:20 WIB Internasional Share :

Indonesia masuk lima negara dengan penerbangan tak aman di dunia

Brisbane–Stasiun televisi Saluran Tujuh Australia, Senin (29/6), menyebutkan bahwa Indonesia, Angola, Liberia, Sudan, dan Korea Utara sebagai lima negara dengan maskapai penerbangan paling tidak aman di dunia. Dalam program siaran Sunrise-nya yang dipantau Antara dari Brisbane, dua penyiar Channel Seven, Mel dan Kochie, mengangkat topik keselamatan penerbangan menyusul terjadinya serangkaian insiden dan kecelakaan terhadap beberapa maskapai penerbangan dunia dalam beberapa bulan terakhir ini.

Dalam acara yang diisi dengan wawancara dengan Redaktur Senior Jurnal Manajemen Penerbangan Air Transport World Geoffrey Thomas itu terungkap bahwa tingkat keselamatan berbagai maskapai penerbangan Indonesia, termasuk Garuda, masih dipandang buruk.
Bahkan, Kochie sempat mempertanyakan alasan Pemerintah Australia yang tidak mengikuti langkah Uni Eropa yang sudah terlebih dahulu melarang maskapai penerbangan dari 18 negara, termasuk Indonesia.

Sejauh ini, Garuda merupakan satu-satunya maskapai penerbangan Indonesia yang terbang ke Australia untuk melayani rute penerbangan Denpasar-Sydney, Denpasar-Perth, dan Denpasar-Melbourne.Terlepas dari terjadinya insiden dan kecelakaan penerbangan, termasuk sebuah pesawat Airbus A330 Air France yang terjatuh di Samudra Atlantik yang menewaskan semua penumpang dan awaknya, awal Juni, pesawat masih dianggap alat angkutan yang aman bagi manusia.

Setiap tahunnya ada dua miliar orang bepergian ke berbagai tempat di dunia dengan jasa penerbangan komersial. Menurut Channel Seven, delapan maskapai yang dianggap paling aman di dunia adalah Qantas, Southwest Airlines, Air New Zealand, Delta, Cathay Pacific, Asiana Airlines, Emirates, dan Lufthansa.

Kompas/fid

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…